4 Industri Penguasa Iklan TV

0
653
Advertising
Advertising

4 Industri Penguasa Iklan TV
Liputan6.com, Jakarta – Terdapat empat industri akbar yg menguasai pasar iklan di televisi (TV) kepada 2016. Keempat industri tadi merupakan bevarage, personal care, refined food, & pharmacy.

Dikutip sumber berita PT Sigi Kaca Pariwara, pengembang produk aplikasi Adstensity yg merupakan media monitoring iklan di televisi, Sabtu (14/1/2017), Industri bevarage seperti minuman bks, minuman sachet, yoghurt, es krim, atau yg lainya masih menjadi yg tertinggi beserta belanja iklan televisi.

Industri tadi mengambil kocek hingga Rp 20,7 triliun buat belanja iklan di TV. Jumlah tadi tumbuh 32,98 % jika dibanding 2015 yg tercatat Rp 15,57 triliun.

Merek atau produk sumber industri bevarage beserta belanja iklan televisi tertinggi di 2016 merupakan Walls beserta total belanja iklan mencapai Rp 1,6 triliun. Kemudian diikuti Frisian Flag beserta total belanja iklan Rp 1 trliliun.

Torabika & Dancow berada di peringkat ketiga & keempat beserta masing-masing total belanja iklan mencapai Rp 975 miliar & Rp 794 miliar.

Untuk industri personal care atau yg lebih dikenal beserta industri perawatan tubuh seperti sampo, sabun, deodorant, pembersih paras, & lainnya berada di peringkat kedua beserta total belanja iklan televisi sebesar Rp 17,8 triliun. Nilai tadi naik 42,67 % sumber 2015 yg total belanja iklannya sebesar Rp 12,9 triliun.

Merek sumber industri personal care beserta belanja iklan televisi tertinggi di 2016 merupakan Pepsodent yg mengeluarkan dana belanja iklan mecapai Rp 1,34 triliun. Disusul kemudian oleh Ponds beserta total belanja iklan sebesar Rp 1,26 triliun.

Peringkat ketiga merek Lifebuoy mengeluarkan dana belanja iklan sebesar Rp 1,22 triliun. Merek Garnier & Nivea, berada posisi keempat & kelima beserta masing masing total belanja iklan sebesar Rp 965 miliar & Rp 917 miliar.

Di peringkat industri beserta belanja iklan terbesar merupakan industri refined food atau industri kuliner olahan seperti snack, wafer, sereal, mie instant, & lainnya. Total belanja iklan televisi industri ini mencapai Rp 10,5 triliun, tumbuh 53,74 % sumber 2015 yg hanya Rp 6,87 triliun.

Merek dalam industri refined food beserta belanja iklan televisi tertinggi di tahun 2016, yaitu merk Indomie beserta total belanja iklan mencapai Rp 1,08 triliun. Peringkat kedua merupakan Sarimi beserta total belanja iklan Rp 587 miliar.

Brand Mie Sedaap & Pop Mie berada di peringkat ketiga & keempat beserta masing-masing total belanja iklan mencapai Rp 577 miliar & Rp 469 miliar.

Sedangkan buat total belanja iklan Industri pharmacy yg berupa obat-obatan, suplement, & lainnya mencapai Rp 6,3 triliun. Total belanja iklan televisi ini tumbuh sebesar 29,51 % sumber 2015 yg memiliki total belanja iklan televisi sebesar Rp 4,9 triliun.

Merek Sido Muncul beserta total belanja iklan televisi mencapai Rp 398 miliar menempati di posisi pertama belanja iklan terbesar di industri farmasi. Posisi kedua merupakan Bodrex beserta total belanja iklan Rp 201 miliar. (Gdn/Ndw)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here