5 Fakta Mengejutkan Tentang Bahaya USB Type-C

0
746
Advertising
Advertising

5 Fakta Mengejutkan Tentang Bahaya USB Type-C
Saat ini port USB Type-C atau USB-C mulai banyak dipergunakan dalam smartphone, bahkan mungkin sudah menjadi port baku buat gadget baru. Pasalnya, USB Type-C (USB 3.1) ini memberikan kecepatan transfer data yang lebih tinggi, yakni 10 GB per detik atau kurang lebih 20 kali lebih cepat dari port USB tipe lama.

Selain itu, USB Type-C mempunyai bentuk yang simetris. Jadi, engkau tidak perlu lagi galau cara mencolokkan kabel yang sahih.

Ya, USB-C berpotensi mengganti mayapada menjadi lebih baik, tapi masih belum nisbi kondusif. Masih banyak yang wajib dilakukan buat memastikan USB-C kondusif buat seluruh orang.

Dilansir dari AndroidCentral, berikut ialah lima fakta mengejutkan dari bahaya USB Type-C yang krusial buat diketahui sang setiap pengguna gadget.

Fakta Mengejutkan Tentang Bahaya USB Type-C

1. Tingkat Bahaya yang Lebih Tinggi

Fakta yang mengejutkan pertama ialah teknologi USB Type-C ini mempunyai taraf bahaya yang lebih tinggi dibandingkan beserta versi sebelumnya, yakni micro USB. Kebanyakan orang tidak sepenuhnya memahami mengapa USB-C sangat berbahaya.

Sebagai baku USB teranyar, USB Type-C dirancang beserta teknologi lebih sophisticated. USB-C bisa mengirim data lebih banyak dan lebih cepat, transfer daya pun lebih akbar.

Itu ialah kelebihannya. Namun jika kualitas kabel USB-C tidak menurut baku, maka bisa beserta gampang menghancurkan perangkat engkau dalam sekejap.

2. Bahaya Kabel USB Type-C Palsu

Tidak hanya bisa mengganggu perangkat, penggunaan kabel USB-C palsu atau yang tidak menurut pula bisa membahayakan penggunanya. Karena rancangan kabel USB-C ini lebih rumit dalam mengatur transfer data dan daya.

Tidak seluruh orang mempunyai pengetahuan mengenai teknologi yang mendalam. Bagaimana jika orang awam membeli kabel USB Type-C sembarangan, entah itu buat cadangan atau sebagai pengganti?

Ya, diharapkan solusi secara nyata segera. Untuk keamanan, sebaiknya engkau memakai kabel USB-C bawaan saja.

3. Kecurangan Produsen Aksesori

Beberapa pembuat aksesori tertangkap basah memakai baku kabel micro USB dan hanya mengganti ujungnya saja mirip bentuk USB Type-C. Hal ini terang bisa membahayakan sebab bisa mengganggu perangkat engkau yang dalam dasarnya memakai USB Type C.

Jika memang USB-C engkau rusak atau hilang, sebaiknya engkau membeli dalam pembuat resmi dari smartphone yang engkau pakai. Pastinya lebih mahal, tapi lebih baik mengeluarkan sedikit lebih banyak uang buat menjamin keamanan.

4. Fast Charging

Masalah ini pula bukan hanya soal kualitas kabel yang tidak baik, beberapa pabrikan ponsel pula diketahui tidak bermain menurut beserta aturan yang muncul. Contohnya USB Type-C disebut bisa melakukan proses pengisian ulang baterai yang jauh lebih cepat. Teori tersebut mungkin sahih adanya. Namun pula boleh dikatakan tidak sepenuhnya sahih.

Contohnya begini, awalnya teknologi Quick Charge milik Qualcomm tidak kompatibel beserta USB-C. Namun, itu tidak menghentikan Qualcomm dan pabrikan ponsel buat membawa fitur pengisian cepat. Terus, muncul pula OnePlus beserta Fash Charging-nya.

Mereka pun membuat kabel USB Type-C beserta spesifikasi khusus buat menghadirkan fitur Quick Charge. Kabar buruknya, kabel USB Type-C baku berkualitas sintesis pembuat aksesori pihak ketiga pun tidak bisa dipergunakan. Jika memaksa, berpotensi buat mengakibatkan duduk perkara yang sangat serius bagi pengguna yang membeli kabel murah secara online.

lima. Belum Ada Standardisasi

Alih-alih mengikuti panduan buat membuat USB-C baku yang kompatibel beserta banyak perangkat, banyak pabrikan ponsel yang malah lebih suka menonjolkan fitur tertentu yang sebenarnya tidak lebih baik dari kelebihan USB Type-C itu sendiri.

Akhir kata

Dibutuhkan kejelasan spesifikasi USB Type-C dan perlu standardisasi antara pihak pabrikan ponsel dan pembuat aksesori pihak ketiga.

Ya, kita tidak bisa mengelak perkembangan teknologi bukan? Semoga liputan ini berguna dan bagaimana pendapat engkau sendiri mengenai penggunaan USB Type-C? Share ya pendapat engkau di kolom komentar di bawah ini!

Baca pula artikel seputar USB atau tulisan dari Lukman Azis lainnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here