Advertising
Advertising

Adakah Wanita yang Mencintaimu Sesabar Aku
Kamu hadir di hidupku sesukamu. Kamu datang waktu kamu bosan menggunakan rutinitasmu. Menghubungiku waktu kamu tidak punya sahabat lain untuk dihubungi. Bersikap baik waktu kamu membutuhkan bantuanku. Dan bertemu denganku hanya untuk hal-hal yg penting bagimu. Kamu lebih banyak hilang ketimbang datang. Kamu tidak ingat aku waktu kamu sibuk menggunakan duniamu. Kamu tidak menghubungiku waktu banyak orang menghubungimu. Kamu enggan menemuiku meski kukatakan rindu padamu menyiksaku.

Aku sepenuhnya sadar, bahwa aku tidak diistimewakan dalam daftar pemeran hidupmu. Akumungkinhanya figuran?

Kamu, yg sudah membuatku jatuh.

Biar kutanya lagi padamu.

Adakah wanita yg mencintaimu sesabar aku?

Saat kamu lebih menentukan tidur ketimbang mengangkat panggilan dariku. Saat kamu lebih menentukan nongkrong menggunakan sahabat-temanmu ketimbang menemaniku. Saat kamu lebih menentukan kembali menggunakan sahabat-temanmu ketimbang kembali denganku. Saat kamu lebih menentukan meladeni perempuan lain ketimbang membalas pesan dariku. Pernahkah aku marah? Adakah aku menunjukkan cemburu?

Kamu tahu betapa sulit aku menekan perasaanku sendiri? Aku juga ingin misalnya perempuan lain, yg dapat menunjukkan perasaannya menggunakan leluasa tanpa takut kehilangan. Tapi aku tidak dapat begitu, aku sangat berhati-hati denganmu. Aku takut kamu tidak suka bila aku cemburu, aku takut kamu marah bila aku kesal padamu, aku takut kamu jengah bila aku menunjukkan rasa kecewaku. Aku takut kehilanganmu, ketahuilah itu.

Denganmu, aku belajar untuk tidak egois. Sabar artinya caraku menjaga kamu.

Sudah berapa kali kamu membatalkan janji tanpa liputan? Saat aku sudah berharap menggunakan hati yg girang, bersiap-siap di depan cermin begitu lama, dan menunggu. Kemudian kamu tidak membalas pesanku, mengabaikan panggilanku, hingga malam sangat larut dan aku membarui lagi pakaianku. Tak terhitung bila kugunakan keesepuluh jariku. Saking seringnya, sayang. Tapi, pernahkah aku marah? Atau sekedar mengabaikanmu sementara waktu? Tidak pernah. Bahkan kamu tidak meminta maaf, dan aku bersikap seolah tidak terjadi apa-apa.

Aku tahu rasa ini sepihak.

Hanya aku yg memikirkanmu lebih.

Hanya aku yg menyayangimu tulus.

Hanya aku yg terlalu peduli.

Hanya aku yg terlanjur cinta.

Hanya aku yg berjuang.

Dan aku tetap bertahan.

Apakah aku udik? Kurasa, setiap orang akan berada dalam titik paling udik waktu mencintai.

Kamukata temankubukan laki-laki yg baik. Tapi hatiku sudah terkunci dalam laki-laki sepertimu. Jadi yg dapat kulakukan hanya menjalani meski seringkali tersakiti. Karena kembali bukan pilihan yg muncul dalam kepalaku.

Cinta, masihkah kurang pengorbananku untukmu? Akusebenarnyatak suka berhitung. Tapi disini, coba kita sedikit mengingat.

Kamu menganggu wanita lain di depan mataku. Seolah aku yg berdiri di dekatmu hanya patung bisu. Kamu bilang hanya becanda. Tahukah kamu betapa palsu tawa yg terlontar dari bibirku?

Kamu duduk bersama wanita lain waktu aku lewat di depanmu. Kamu bilang hanya sahabat, dan aku pura-pura sanggup menyapanya. Tahukah kamu muncul sedikit gerimis yg berusaha keras kusembunyikan?

Kamu pura-pura tidak melihatku waktu jelas-jelas aku memandangimu lekat menggunakan mataku. Di depan sahabat-temanku yg ramai berbisik muncul kamu, aku pura-pura tegar. Tahukah kamu betapa aku merasa diabaikan waktu itu?

Aku tahu, menggunakan pekerjaan memotretmu, muncul banyak wanita cantik berkeliaran di duniamu. Aku pun tahu, tidak sedikit dari mereka yg dekat denganmu. Aku tahu, sayang.

Tapi aku tetap saja menempatkan kamu, menjadi satu-satunya laki-laki yg mengisi ruang kosong di pikiran juga hatiku. Kurang apa aku padamu, cinta?

Banyak, masih banyak keping sabar yg kuserahkan cuma-cuma padamu.

Dan yg paling menyakitkan, biar kutempatkan di akhir.

Ingatkah kamu? Saat kamu marah padaku sebab aku memberikan perhatian yg tulus padamu? Kamu bilang aku mengganggu. Tapi di waktu yg sama, kudapati kamu begitu mesra menggunakan perempuan lain. Sekali lagi, aku pura-pura tidak mendengar dan melihat.

Setelah lukaku kering, kamu datang lagi seolah tidak terjadi apa-apa. Pintuku tetap terbuka, sayang.

Kamu, silahkan datang dan hilang sesukamu sebab itu hakmu. Silahkan dekati siapapun sebanyak yg kamu mau sebab itu hidupmu. Silahkan bersikap semaumu sebab aku tidak punya hak mengatur kamu.

Dibanding kehilangan kamu, aku lebih mampu bertahan. Tak pernah bosan kuselipkan harapan supaya suatu waktu keras hatimu luluh. Tak pernah lelah kukirim angan supaya suatu waktu kamu berubah. Dan sejauh waktu yg panjang hingga hingga dalam suatu waktu itu, biar aku bersabar mencintaimu.

Terakhir, untukmu.

Kelak, waktu kamu mendapati dirimu merenung. Kamu akan sadar.

Sangat sulit, menemukan wanita yg mencintaimu sesabar aku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here