Akal serta manajemen kos-kosan
Sebutlah namanya Akal. Usianya baru 32 tahun. Namun jiwa wirausahanya tidak pernah putus ataupun berhenti. Dia sukses menunjukan otak lebih berharga dibanding sekadar harta benda.

Oke, kali ini aku mau mengatakan sebuah liputan, cerita usaha Akal – bukan nama sebenarnya – meski peristiwanya betul terjadi. Kalau Knda bisnis mobil, tentu modal punya tunggangan roda mepat jadi keharusan. Demikian pula dikala kita berangan-angan ingin berbisnis hotel, ya wajib punya hotel lebih dulu. Pun demikian dikala ingin terjun ke usaha kos-kosan. Tentu yg anda pikirkan adalah kewajiban memiliki sekian petak tempat tinggal kos menjadi awalan.

Anggapan anda betul, tapi cerita Akal berikut ini sanggup menghasilkan sebagian orang konvensional bilang: kok sanggup ya memulai semua usaha itu tanpa modal milik sendiri? Itulah yg dilakoni Akal serta kawan-kawan. Remaja asal Banyuwangi ini menggeluti sekolah kepada Bandung jurusan aturan, tapi punya hobi kuliner. Setamat kuliah, dia kerja kepada hotel. Hanya bertahan setahun, dia menabung lantas mendirikan resto bareng kawan-kawannya. Bisnis Akal hanya mulus setahun. Di tahun ke 2, omzet turun drastis drastis. Saat terancam bangkrut, dia mampir ke Jogja.

Di kota Gudeg itu, Akal pulang mencoba peruntungan buka kafe. Modalnya ratusan juta, dampak pinjam sana-sini. Dalam tempo setahun kafenya naik daun. Pada tahun ketiga dikala konsepnya dicontek banyak orang, bisnis Akal amblas lalu pulang ditutup.

Nah, ternyata ini adalah moment of the truth alias titik balik bagi wirausahawan muda ini. Mengapa diklaim menjadi titik balik? Ketika dia memutuskan tutup usaha, dia pun akhirnya melepas seluruh karyawannya. Tempat kos karyawan yg selama berikut adalah bayari, nir dilepas. Sehingga dia memiliki banyak kamar kos kosong.

Dari situ pandangan baru bisnisnya berputar. Dia pasarkan kawasan kos bekas karyawannya. Ada yg indah, muncul yg jorok, muncul yg higienis, serta muncul yg gunakan AC. Nampaknya, yg fasilitasnya indah cepat diambil orang, yg jorok susah laris.

Akhirnya, terpikirkan dalam benaknya, kenapa tidak bikin bisnis menjajakan kawasan kos (kos-kosan) saja?

Setelah sukses melego kawasan kos bekas karyawan kafenya, dia pun mencoba mencari kawasan-kawasan kos lain. Dia cari yg sudah nir baik serta nir dirawat. Dia datangi pemiliknya, dia sulap jadi kamar kos yg nyaman, dicat, kasih mesin cuci, lantai dibagusin, sebagian muncul yg gunakan AC, serta sebagainya.

"Saya menunjukkan manajemen kos-kosan," istilah Akal. Jasa manajemen ini menunjukkan solusi, memasarkan, merenovasi, maintenance, penagihan, serta tenaga kontroller serta induk semang atau sekuriti.

Sistem bagi hasilnya macam-macam, muncul yg 30-70, 40-60, hingga 50-50 kepada pemilik kos yg orisinil. Laba paling akbar masuk ke kantong pihak yg investasi paling akbar. Tergantung, sanggup ke pemilik tempat tinggal atau malah Akal yg keluar duit banyak buat renovasi.

Ada beberapa kondisi bagi pemilik tempat tinggal bergabung manajemen kos-kosan contoh Akal ini. Pertama adalah lokasi tempat tinggal wajib nyaman, lingkungan hening, nir terlalu jauh menggunakan transportasi awam, dekat kawasan kerja atau kampus ternama, serta saluran air serta sanitasi baik. "Kalau itu nir terpenuhi, penghuni nir tahan usang. Karena kurang nyaman," ungkap Akal sembari menyebutkan kiatnya menyulap kos-kosan.

Setelah sukses kepada Jogja, pulang dia membuatkan bisnisnya ke Bandung. Saat ini, jumlah kamar yg dikelola lebih dari 800-an hanya kepada 2 kota tersebut. Meski secara konsep bisnis sama, menurut Akal, mengelola pasar indekos kepada 2 kawasan ini butuh pendekatan tidak selaras, dikarenan karakter serta kulturnya tidak selaras. Tapi Akal menganggapnya sekadar bagian dari seni pengelolaan tantangan.

Bagi pemilik tempat tinggal yg sudah tinggal sendiri atau sudah berumur serta rumahnya nir terpakai, solusi dari Akal ini cukup menarik. Sebab, menggunakan demikian, mereka – terutama keluarga sepuh – sanggup mendapatkan semacam pemasukan rutin tambahan dari dampak pengelolaan tempat tinggal buat kos-kosan. Keuntungan lain, kondisi tempat tinggal kawan Akal dijamin permanen terawat. Tidak sekadar mendapatkan bagi dampak uang sewa, kawan pula mendapat laporan kinerja serta bukti diri penyewa (kos).

Di sisi lain, penghuni kos atau penyewa yg memakai jasa Akal, dapat selalu memastikan kondisi rumahnya. Jila kurang indah atau bocor, maka dalam waktu cepat akan dapat pengganti kepada kawasan lain yg nir jauh lokasinya. Namun kalau penghuni sudah cocok, maka dalam waktu singkat, setiap temuan cepat dibereskan.

Bisnis ternyata nir cuma soal produksi serta dagang (trading/calo), tapi menjual jasa layanan manajemen pula cukup menjanjikan. Knda niscaya pula punya pandangan baru-pandangan baru bisnis yg kreatif serta menarik. Silakan kirim email ke idebisnis@merdeka.com. Yang inspiratif akan kami muat serta ulas. [war]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here