APPSI tegaskan Jokowi tak tahu soal iklan Prabowo

0
702
Advertising
Advertising

APPSI tegaskan Jokowi tak tahu soal iklan Prabowo
Sekjen Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI), Setyo Edi menegaskan bahwa Jokowi-Basuki sama sekali nir tahu soal pembuatan hingga penayangan iklan itu.

"Jokowi nir tahu iklan kami. Dia baru tahu setelah iklan ini ramai diributkan. Sebelumnya, beliau sama sekali nir tahu," celoteh Setyo usai menjalani pemeriksaan di Mapolda Metro Jaya, Senin (24/9).

Dikatakan Setyo, iklan tersebut diproduksi dengan dasar sebagai bentuk apresiasi & harapan para pedagang pasar terhadap pemerintahan Daerah Khusus Ibukota Jakarta. Gambar Jokowi-Ahok yang terdapat dalam iklan itu pun artinya potongan dokumentasi APPSI dikala pasangan calon nomor tiga itu berkunjung ke pasar.

"Seluruh biaya pula APPSI yang tanggung, pengurus kolekan menghimpun uang. Produksinya sangat sederhana, hanya penayangannya di televisi bayar sekitar Rp 200 juta. Bukan dari dana Jokowi atau pun tim suksesnya," ungkap Setyo.

Setyo menambahkan bahwa APPSI sama sekali nir mau masuk ke ranah politik. Dengan alasan itu, APPSI pun nir mau menayangkan iklannya pada masa kampanye lantaran takut dipercaya sebagai tim sukses.

"Kami sudah terbentuk semenjak tahun 2004, jadi kami nir bisa disebut organisasi kemarin sore. Kami nir mau ikut berpolitik. Iklan itu inisiatif kami," pungkas Setyo.

Dia menilai pelaporan iklan APPSI ke kepolisian terlalu dipaksakan. Pasalnya, perkara ini hanyalah pelanggaran administrasi semata. "Sejak awal, kalau nir punya kepentingan, perkara ini sudah dilarang. Karena pelanggaran administrasi seharusnya selesai dikala iklan itu ditarik. Bukannya dipaksakan masuk pidana," ujar Setyo.

Diberitakan sebelumnya, Panwaslu DKI Jakarta menyatakan iklan dukungan Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) buat pasangan calon gubernur DKI Jakarta Joko Widodo & Basuki Tjahaja Purnama terbukti sebagai pelanggaran kampanye.

Panwaslu memutuskan telah terjadi pelanggaran kampanye di luar jadwal sesuai Pasal 116 Ayat 1 tentang Kampanye di Luar Jadwal, dengan ancaman pidana penjara minimal 15 hari aporisma 3 bulan atau denda sebesar Rp 100.000 & aporisma sebesar Rp 1 juta. [did]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here