Advertising
Advertising

Bawaslu DKI Panggil
JAKARTA, KOMPAS.com – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) DKI Jakarta Mimah Susanti, mengatakan, pihaknya sudah memanggil media yg menayangkan dugaan iklan kampanye pasangan calon gubernur & calon wakil gubernur, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) & Djarot Saiful Hidayat.

Berdasarkan hasil penerangan, media yg bersangkutan telah menghentikan tayangan iklan tersebut.

"Berdasarkan hasil penerangan kita beserta TV One, itu iklan kampanyenya udah distop. Yang dugaan iklan kampanye itu udah distop," ujar Mimah di Kantor KPU RI, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (9/11/2016).

Pada Selasa ini, Bawaslu DKI maupun meminta pakar buat melihat tayangan yg diduga iklan kampanye pasangan cagub-cawagub nomor pemilihan 2 itu. Bawaslu DKI ingin memastikan apakah iklan tersebut termasuk kategori iklan kampanye.

"Hari ini pemanggilan saksi pakar. Kita mau pendapat saksi pakar, betul enggak sih iklan kampanye karena kampanye wajib dipandang unsurnya, muncul visi enggak, muncul misi enggak muncul program enggak. Jadi wajib kumulatif," ucap beliau. (Baca: Iklan Kampanye Ahok-Djarot Dilaporkan ke Bawaslu & KPI)

Dalam kasus penayangan dugaan iklan kampanye ini, istilah Mimah, pengawasan penayangannya diserahkan ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) DKI Jakarta. Namun, Bawaslu DKI memiliki kewenangan buat menelusuri pemasang iklan yg diduga ditayangkan di luar ketentuan Peraturan KPU Nomor 12 Tahun 2016 wacana Kampanye.

Apabila iklan kampanye itu terbukti & dipasang oleh pasangan Ahok-Djarot atau tim kampanye keduanya, hukuman yg diberikan berupa pembatalan pencalonan mereka sebagai cagub & cawagub.

"Kalau pasangan atau tim kampanye, maka sanksinya diskualifikasi, kalau terbukti. Unsur-unsur kampanyenya wajib dipandang dulu," celoteh Mimah.

Namun, bila yg memasang iklan tersebut bukan Ahok-Djarot atau tim kampanyenya, pencalonan mereka nir dibatalkan. Hingga waktu ini, Bawaslu DKI belum menemukan pemasang iklan tersebut. (Baca: Pelanggaran Iklan Kampanye Bisa Batalkan Pencalonan Cagub-Cawagub)

DPW PPP DKI Jakarta sebelumnya melaporkan dugaan pelanggaran iklan kampanye yg menyiarkan kontrak politik Ahok-Djarot beserta PPP Kubu Djan Faridz. Tayangan tersebut disiarkan kepada 3 November 2016, antara pukul 20.56 – 20.57 WIB.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here