Belanja iklan TV capai Rp 22,92 Triliun pada kuartal I 2016

0
548
Advertising
Advertising

Belanja iklan TV
AdTensity, platform buat monitoring iklan televisi milik PT Sigi Kaca Pariwara, memberitahuakn kepada kuartal I 2016, total belanja iklan di 13 stasiun TV nasional mencapai Rp 22,92 triliun.

Jumlah tersebut naik 69.09 % apabila dibandingkan beserta belanja iklan kepada kuartal I tahun 2015 yg hanya mencapai Rp 13,55 triliun.

Dari 13 stasiun TV nasional tersebut, RCTI adalah stasiun yg paling banyak mendapatkan keuntungan asal belanja iklan. Pada kuartal I 2016, RCTI mengumpulkan total keuntungan hingga Rp3,384 triliun. SCTV berada di peringkat ke 2 beserta total revenue mencapai Rp 3,207 triliun. Sementara itu, MNC TV serta Indosiar mendapatkan total revenue masing-masing sebesar Rp2,627 triliun serta Rp 2,556 triliun.

Aika dibandingkan beserta kuartal I tahun 2015, stasiun TV yg paling banyak mengalami kenaikan pendapatan belanja iklan adalah TVRI (naik 394.94 %), yg kemudian disusul sang Net TV (naik 145.94 %), Kompas TV (naik 125 %) serta Trans 7 (naik 118.75 %).

Sementara itu, pendapatan RCTI hanya naik 68.08 %, SCTV naik 60.81 %, MNC TV naik 65.73 % serta Indosiar naik 85.74 %.

Pada kuartal I 2016, hampir semua stasiun TV mengalami kenaikan pendapatan per bulan. Selama Januari hingga Maret 2016, tren positif tercatat setiap bulannya. Kompas TV adalah satu-satunya yg mengalami kerugian kepada bulan Februari 2016, tetapi berhasil memperoleh revenue akbar kepada bulan berikutnya.

Berdasarkan output analisis Adstensity, TVRI homogen-homogen mendapatkan kenaikan revenue sebesar 187.13 % tiap bulannya. Jumlah tersebut adalah yg paling akbar apabila dibandingkan beserta stasiun TV lainnya. Sementara itu, revenue RCTI homogen-homogen naik 11.03 %, SCTV 9.58 %, MNC TV 15.07 % serta Indosiar 13.38 % tiap bulannya.

Sebagai catatan, data statistik di atas diperoleh Adstensity didasarkan  rekaman semua iklan tvc di 13 stasiun tv nasioanl yakni RCTI, SCTV, Indosiar, MNC TV,TransTV, Trans7, Global TV, MetroTV, TVOne, ANTV, KompasTV, Net TV, serta TVRI. Adstensity mencatat volume iklan serta harga iklan sinkron beserta data yg dipublikasikan (publish rate), menjadi akibatnya nilai yg tercatat adalah nilai bruto.

Brand rokok jadi juaranya
Adstensity mencatat, Djarum adalah merk yg paling banyak mengeluarkan dana belanja iklan. Pada kuartal I 2016, total ad spending Djarum mencapai Rp611 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp338 miliar disumbang sang produk Djarum Super Mild. Dibelakang Djarum, masih timbul merk Dunhill Mild beserta total belanja iklan mencapai Rp 459 miliar. Sementara itu, jumlah belanja iklan Sampoerna serta Gudang Garam masing-masing mencapai Rp447 miliar serta Rp 429 miliar.

Dengan jumlah belanja iklan yg jauh di atas merek rokok lainnya, jumlah ad spot asal Djarum pula jauh di atas merek rokok yg lain. Sepanjang kuartal I 2016, total ad spot Djarum mencapai 13.049 penayangan. Hal ini berarti Djarum homogen-homogen mengeluarkan belanja iklan Rp46 juta buat satu spot iklan. Sementara itu, Dunhill Mild homogen-homogen mengeluarkan Rp58 juta per spot, Sampoerna Rp 35 juta per spot, sedangkan Gudang Garam Rp43 juta per spot.

Selain industri rokok, industri lain yg mengisi top 10 merk adalah industri Personal Care yg diwakili sang merk Perpsodent, Lifebuoy serta Garnier. Dengan total ad spot mencapai 14.589 penayangan, merk Pepsodent homogen-homogen menghabiskan belanja iklan Rp 24,27 juta per spot. Rata-homogen belanja iklan Lifebuoy sendiri mencapai Rp33,10 juta per spot, sedangkan Garnier mencapai Rp24,01 juta per spot.

Sepanjang tahun 2015 kemudian, Adstensity mencatat industri Retail khususnya sektor Marketplace sedang berkembang serta memberitahuakn tren positif. Pada kuartal I 2016 ini, merk-merk yg mewakili sektor Marketplace diantaranya Tokopedia, Bukalapak.com, Elevenia serta OLX. Total belanja iklan Tokopedia mencapai Rp165 miliar (7.202 ad spot), Bukalapak.com Rp128 miliar (3.228 ad spot), Elevenia Rp97 miliar (3.306 ad spot) serta OLX Rp87 miliar (2.746 ad spot). [ega]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here