Belanja Iklan TV Diperkirakan Tembus Rp 85,68 Triliun pada 2016

0
359
Advertising
Advertising

Belanja Iklan TV
Liputan6.com, Jakarta – PT Sigi Kaca Pariwiara pengembang produk software Adstensity memperkirakan belanja iklan TV kepada 2016 mencapai Rp 85,68 triliun. Jumlah tadi tumbuh 20 persen menurut belanja iklan tahun ini yang diperkirakan hanya muncul di kisaran Rp 71,4 triliun.

CEO Sigi Kaca Pariwara, A Sapto Anggora mengungkapkan, belanja iklan TV kepada tahun ini memang tak secerah tahun sebelumnya. Dari data sementara yang muncul, belanja iklan kepada 2015 ini hanya mencapai 66 persen menurut belanja iklan 2014 yang tembus Rp 99 triliun.

Sapto melanjutkan, buat tahun depan, Sigi Kaca lebih optimistis memandang belanja iklan TV. Optimistis tadi bukan berarti sanggup tumbuh tinggi akan tetapi setidaknya mengalami kenaikan jikalau dibandingkan beserta tahun ini yang mengalami penurunan. 

Sapto nir menargetkan pertumbuhan yang nisbi tinggi karena memang kepada tahun depan nir muncul momen akbar yang sanggup mendongkrak belanja iklan. "Tidak muncul insiden akbar, paling akbar cuma Piala Eropa di Prancis, di situ akan rebutan dan itu berlangsung dini hari," tutur dia di Jakarta, Kamis (10/12/2015). Pertumbuhan iklan tahun depan jua hanya akan mengandalkan momen Lebaran.

Di luar itu Sapto poly berharap beserta pertumbuhan belanja iklan TV beserta adanya perkembangan e-commerce. Tingginya minat warga Indonesia berbelanja secara online memproduksi perusahaan-perusahaan e-commerce beriklan di TV.

Sementara, jatuhnya belanja iklan di tahun ini disebabkan oleh perekonomian yang memang melambat. Tercatat, pertumbuhan ekonomi RI sampai kuartal III 2015 hanya sebanyak 4,73 persen di bawah cita-cita. Perlambatan pertumbuhan ekonomi tadi memproduksi perusahaan-perusahaan mulai memangkas ekspansinya.

Dia menerangkan, terhitung 1 Januari 2015-30 November 2015 perolehan iklan TV lebih kurang Rp 65,5 triliun. Dengan pertumbuhan homogen-homogen Rp 5,9 triliun dipastikan sulit menyamai belanja iklan tahun kemudian sebanyak Rp 99 triliun.

Lebih lanjut di 2015 nir muncul momen akbar seperti tahun 2014. Pada tahun 2014, menjadi diketahui muncul Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres), Pemilihan Umum Legislatif (Pileg) dan momen Piala Dunia 2014. "Kalau situasi anomali, spending dipakai landasan dipakai berikutnya memang gagalnya tinggi," tandas dia. (Amd/Gdn)

**Ingin mengembangkan warta menurut dan buat kita di Citizen6? Caranya sanggup dibaca di sini

**Ingin berdiskusi ihwal topik-topik menarik lainnya, yuk mengembangkan di Forum Liputan6

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here