Bintang iklan anti-korupsi Demokrat yg diciduk KPK

0
419
Advertising
Advertising

Bintang iklan anti-korupsi Demokrat yg diciduk KPK
Jelang Pemilihan Umum Presiden 2009 silam, Partai Demokrat gencar mengkampanyekan dirinya sebagai partai anti- korupsi. Semangat itu bukan tanpa alasan, sebab Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebagai koordinator Dewan Pembina kembali dicalonkan sebagai presiden periode 2009-2014.

Untuk memperlihatkan keseriusannya menjadi partai bersih, Demokrat ketika itu membuat iklan kampanye perihal anti-korupsi pada 9 Desember 2008. Dengan menampilkan kader-kader mudanya sebagai bintang iklan, Demokrat seolah ingin menegaskan semangat jiwa muda tak akan tawar menawar buat perbuatan korup.

Di iklan berdurasi lebih kurang 30 detik itu, sejumlah kader Demokrat tampil bergantian sambil mengucapkan istilah nir buat korupsi. Mulai asal Sekretaris Jenderal Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) hingga SBY tampil di iklan itu.

Sebelum para kader menjelaskan istilah "Tidak" pada korupsi, sejumlah kalimat penegasan disampaikan. Seperti, 'gelengkan koordinator dan katakan nir, lalu diselingi paras Ibas sambil menangkis memakai lima jari dan di akhir iklan tagline penutup dikenal sebagai 'Partai Demokrat bersama SBY terus melawan korupsi tanpa pandang bulu.'

Tapi iklan antikorupsi itu kini hanya pepesan kosong. Nyatanya, sejak 2012 hingga ketika ini partai berlambang bintang Mercy itu terus tersangkut kasus korupsi. Bolak-balik nama partai ini dikenal sebagai dalam berbagai perkara korupsi yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Lucunya, asal sejumlah bintang iklan anti korupsi itu ternyata menjadi pelaku. Bahkan KPK sudah memutuskan mereka sebagai tersangka korupsi. Jadilah, iklan lawas itu dipelesetkan menjadi 'Katakan Tidak Pada(hal) Korupsi'.

Berikut 3 bintang iklan anti korupsi Demokrat yang menjadi tersangka di KPK.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here