Bisnis Periklanan dalam Indonesia

0
646
Advertising
Advertising

Bisnis Periklanan dalam Indonesia
KERASNYA persaingan mayapada iklan berakibat keberuntungan bagi media cetak dan televisi. Client buat sebuah iklan sudah tentu meminta harga yang murah tetapi bareng hasil yang memuaskan. Ada pula client yang tak sabar ingin sekadar jadi yang penting sanggup nongol di media. Tak heran jikalau banyak perusahaan iklan yang mengutamakan kualitas justru bermuka cemberut.

Dunia periklanan memang terbilang baru di Indonesia. Namun banyak perusahaan lokal yang tidak percaya terhadap iklan-iklan hasil karya anak bangsa. Padahal jikalau mereka tahu tentu sanggup gigit jari lantaran sudah mengeluarkan uang tidak sedikit kepada agency periklanan luar negeri.

Baru-baru ini aku sanggup kabar jikalau ternyata bakal ada film animasi kelas internasional dari Jogja yang diproduksi oleh forum pendidikan swasta. Kalau tidak salah judul filmnya The Cronical of Java. Ini tentu membuktikan sekaligus membuka mata mayapada urusan ekonomi bahwa orang Indonesia sanggup membuat film bahkan iklan kelas internasional.

Saya kecewa bareng sejumlah perusahaan swasta di Indonesia yangmelulu mengandalkan produk luar negeri. Mengagung-agungkan karya orang luar, padahal kita mampubahkan sanggup lebih baik dari mereka.

Saya pernah menggarap sebuah iklan buat media lokal bareng client yang super cerewet. Wajar. Sebab merekalah yang membayar aku. Tak ada habisnya aku mengeluarkan proof buat satu buah garapan iklan. Bahkan sanggup berlembar-lembar aku proofing ke client. Saya tidak mengeluh, justru malah membuat aku bergairah. Selain menjadi hobi, bekerja di bidang periklanan memang menyenangkan.

Saya berharap mayapada periklanan di Indonesia menemui perubahan dan kemajuan yang lebih baik daripada sebelumnya. Sebab aku menilai: percuma saja di Indonesia ada organisasi periklanan tetapi urusan ekonomi iklan dikuasai oleh grup sebagai akibatnya menjadi tidak berkembang sehat. Padahal tak jarang ada acara yang berkaitan bareng periklanan, salah satunya Pinastika.

Tak hanya itu saja. Perusahaan-perusahaan lokal yang berkecimpung di bidang periklanan wajib melaui birokrasi rumit-sulit buat sanggup diakui menjadi anggota Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI). Padahal semua perusahaan yang berkecimpung di bidang periklanan hukumnya wajib menjadi anggota PPPI. Kalau perusahaan periklanan tidak atau belum menjadi anggota PPPI maka diklaim liar dan tak laik menghasilkan iklan. Sementara banyak perusahaan lokal di Indonesia diarahkan buat percaya kepada perusahaan iklan yang berijazah PPPI.

Bagi kebanyakan masyarakat yang terlanjur membuat perusahaan di bidang periklanan ad interim waktuharus gigit jari! Menunggu dan berharap sanggup berijazah PPPI dalam ketika yang tidak sanggup dipengaruhi.

Bisnis periklanan sangat menjanjikan. Apalagi jikalau diberlakukan pasar bebas, tentu semakin banyak perusahaan yang masuk ke Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here