Diskriminasi kepada Iklan Lowongan Kerja

0
561
Advertising
Advertising

Diskriminasi kepada Iklan Lowongan Kerja
Dapat bermukim diluar negeri untuk study, kerja atau ikut suami adalah hal yang sesuatu banget gitu loh. Karena hal ini tentunya bisa digunakan sebagai ajang study banding untuk kita.

Sama halnya beserta diriku, seseorang wanita tulen yang masih dalam transisi pembelajaran diri. Sering sekali diriku ini gak sengaja melakukan study banding.

Dan Study banding disini tentunya gak sama beserta pejabat-pejabat yang memakai uang negara itu lho. Study bandingku hanyalah sebuah catatan yang ku share di Kompasiana, sementara mereka mungkin berupa catatan pengeluaran yang akan masuk dalam pengeluaran kas negara.

Anyway, selama bermukim di Barat, banyak hal-hal yang mengarahkan neurons dikepalaku untuk berpikir lebih saksama. Dan dalam masa transisi pembelajaran ini, terdapat saja ilham yang nemplok di jidat lebarku ini; & keliru satu ilham itu adalah mengenai iklan lowongan kerja.

Tentunya kita memahami, bagaimana umumnya iklan lowongan kerja di Indonesia; selain pengalaman kerja, semua detail bukti diri kita wajib di cantumkan di CV – kecuali jumlah anak ya.

Ternyata eh ternyata,  iklan lowongan kerja di Indonesia semenjak jaman kuda gigit besi sampe kini manusia makan rumput ternyata masih saja sama, yaitu: Diskriminasi.

Ditambah lagi beserta munculnya sekolah-sekolah private yang bermunculan di tanah air beserta iming-iming bahasa inggrisnya jadi tokcer lantaran guru-gurunya imporan dari sono. Alhasil,  pengangguranpun nir terbrantaskan.

Ngemeng-ngemeng, diskriminasi dalam lowongan kerja itu emangnya apaan?

Diskriminasi umur

Dari 10 iklan lowongan kerja di Indonesia,  8 perusahaan niscaya mencantumkan permintaan umur. Dan umumnya umur ini dikategorikan dari 21 tahun hingga beserta 27 tahun, atau paling tua 33 tahun. Jarang sekali perusahaan yang nir menanyakan soal umur.

Entah kenapa umur sangat dipersoalkan di Indonesia untuk bekerja. Pendidikan Sarjanapun nir berlaku lagi untuk pindah perusahaan jikalau umur melampaui 35-40 tahun.

Maka tak ayal lagi yang berumur 4o tahun & masih produktif  & memiliki kualifikasipun wajib dimuseumkan.

Diskriminasi dari-usul Universitas

Seorang sahabatku wajib hengkang dari perusahaan yang sudah bertahun-tahun beliau bekerja, beserta alasan bahwa universitasnya masih kalah okeh beserta universitas karyawan yang dipilih untuk menetap.

Di Iklan lowongan kerja sering ditemukan permintaan perusahaan beserta embel-embel "Preferable well-known University" .

Dengan adanya sekolah-sekolah private & international, tentunya malanglah nasib para lulusan dari universitas yang nir terlalu bernama.

Diskriminasi gender

Diskriminasi gender adalah hal yang paling menjengkelkan banyak orang. Pasalnya, banyak wanita & pria yang memiliki kualifikasi menjadi terpendam begitu saja akibat adanya diskriminasi gender ini.

Seperti contoh, seseorang teman beserta latar belakang web designer wajib bekerja disebuah perusahaan yang sangat bertentangan beserta kualifikasinya lantaran perusahaan yang beliau lamar menolak hanya lantaran beliau bergender wanita!

Diskriminasi kecantikan

Silahkan mencari istilah yang pasti untuk ini….pointnya,  kita  banyak menjumpai iklan lowongan kerja yang bernada "Good looking and attractive…".

Sehingga orang yang hanya berwajah pas-pasan misalnya diriku inipun minder & ngomel: "Nih perusahaan nyari staff buat kerja atau nyari contoh sih????"

Dan tentunya masih banyak lagi diskriminasi-diskriminasi lainnya yang menghantui negeri ini. Sehingga tak heran jikalau pertarungan pengangguran masih menjadi agenda pokok bagi pemerintah.

Menurut Badan Pusat Statistik nomor pengangguran berkisar 8 % dari jumlah tenaga kerja yang terdapat. Tentunya hal ini masih jauh dari cita-cita mengingat Indonesia adalah negara berkembang plus negara yang masuk dalam jajaran elit G20.

Melihat hal ini, nir menutup kemungkinan adanya diskriminasi dalam lowongan kerja misalnya contoh diatas adalah memicu taraf pengangguran semakin tinggi.

DBLN, 18.16-140112

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here