Etika Pariwara Indonesia Pedoman Bagi Pengiklan, Pelindung Bagi Masyarakat

0
202
Advertising
Advertising

Etika Pariwara Indonesia
Dewasa ini global periklanan di Indonesia semakin kreatif dalam menghasilkan eksekusi iklan, tidak misalnya zaman dahulu bentuk eksekusi iklan hanyalah media-media konvensional misalnya iklan televisi, radio & iklan di media cetak. Sekarang iklan telah berkembang dari era konvensional menjadi era digital, dimana iklan telah hadir dalam medium ini misalnya contohnya youtube ads, pop up ads & E-mail ads.

tetapi lantaran bentrokan promosi yang semakin kompetitif acapkali insan kreatif periklanan mengesampingkan impak yang akan diterima oleh konsumen dari eksekusi iklan yang mereka ciptakan, padahal impak tersebut selain bisa menyampaikan kesesatan pemakanaan iklan, juga bisa menyampaikan nilai-nilai yang negatif dimata penonton iklan.

Tahukan anda sebenarnya kita, warga global, khususnya warga indonesia dilindungi dari gambaran iklan yang tidak patut buat ditonton? pelindung tersebut adalah "Etika Pariwara Indonesia" dimana panduan ini lah yang sebenarnya melindungi kita dari iklan yang tidak layak tayang.

Mungkin diantara kita masih jangan lupa beberapa contoh iklan yang melakukan pelanggaran, misalnya iklan permen "suteka" dimana dalam iklan tersebut sangat terlihat mengekspoitasi tubuh perempuan buat menarik penonton semata, & juga sering kita perhatikan dalam iklan provider yang bisa kita lihat kompetisi yang tidak kompetitif antara iklan billboard satu bareng yang lainnya.

begitu banyaknya iklan yang melanggar & tidak patut buat ditanyangkan & disaksikan oleh berbagai kalangan warga. Etika Pariwara Indonesia lahir sebagai panduan bagi para insan kreatif periklanan, dalam etika pariwara indonsia (EPI, 2007) mengungkapkan bahwa Etika Pariwara Indonesia diperlakukan sebagai sistem nilai & panduan terpadu tata krama (code of conducts) & tata cara (code of practices) yang berlaku bagi seluruh pelaku periklanan Indonesia. Keberadaan Etika Pariwara Indonesia juga sangat berperan krusial dalam menghasilkan suatu eksekusi iklan yang betul & tidak menyesatkan warga luas. misalnya tertuang dalam poin asas Etika Pariwara Indonesia (EPI,2007) yang menjunjung tiga poin yaitu:

1.jujur, betul, & bertanggungjawab.

dua.bersaing secara sehat.

3.melindungi & menghargai khalayak, tidak merendahkan kepercayaan, budaya, negara, & golongan, dan tidak bertentangan bareng hukum yang berlaku.

dalam asas tersebut bisa kita mengetahui bahwa keberadaan Etika Pariwara Indonesia ini adalah suatu keharusan lantaran akan menjaga khalayak poly yaitu masyaratakat indonesia. lantaran Etika Pariwara Indonesia menjunjung kejujuran, kebenaran & juga melindungi masyarakt luas dari kesesatan pemakanaan akan suatu iklan, & juga mendorong para insan kreatif periklanan agar membentuk suatu budaya & suasana persaingan yang sehat tanpa membawa & juga merendahkan kompetitor kedepan warga luas.

dalam konteks periklanan, tidak hanya Etika Pariwara Indonesia yang bertugas melindungi warga dari kesesatan pemakanaan suatu iklan, masih muncul poly institusi misalnya Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) & muncul poly Undang-Undang mengenai penyiaran salah satunya adalah Undang-Undang Republik Indonesia No 32 Tahun 2002 dalam pasal 46 ayat 3 yang mengatur tentang penyiaran & pariwara di Indonesia yang berbunyi :

Siaran iklan niaga dilarang melakukan:

a.promosi yang dihubungkan bareng ajaran suatu kepercayaan, ideologi, langsung &/atau gerombolan, yang menyinggung perasaan &/atau merendahkan prestise kepercayaan lain, ideologi lain, langsung lain, atau gerombolan lain;

b.promosi minuman keras atau sejenisnya & bahan atau zat adiktif;

c.promosi rokok yang memperagakan wujud rokok;

d.hal-hal yang bertentangan bareng kesusilaan warga & nilai-nilai kepercayaan; &/atau

e.eksploitasi anak di bawah umur 18 (delapan belas) tahun

pengaturan mengenai periklanan di Indonesia juga dibahas didalam Undang-Undang Republik Indonesia No 24 Tahun 1997 dalam pasal 42 ayat dua yang mengatur tentang siaran iklan di Indonesia yang berbunyi:

Siaran iklan niaga dilarang memuat:

a.promosi yang berkaitan bareng ajaran suatu kepercayaan atau peredaran tertentu, ajaran politik atau ideologi tertentu, promosi langsung, golongan, atau gerombolan tertentu;

b.promosi barang & jasa yang berlebih-lebihan & yang menyesatkan, baik mengenai mutu, berasal, isi, ukuran, sifat, komposisi maupun keasliannya;

c.iklan minuman keras & sejenisnya, bahan/zat adiktif dan iklan yang memberi gambaran penggunaan rokok;

d.hal-hal yang bertentangan bareng rasa kesusilaan warga.

dari pembagian terstruktur mengenai penjelasan mengenai pentingnya penegakan hukum dalam beriklan diindonesia sangatlah krusial, salah satunya dalah Etika Pariwara Indonesia yang mempunyai posisi sebagai panduan dalam menghasilkan suatu eksekusi iklan yang baik & tidak merendahkan suatu gerombolan dan tidak menyesatkan warga dalam penafsiran akan suatu iklan. Namun tidak bisa kita pungkiri bahwa tidak seluruh iklan yang berada disekitar kita adalah iklan yang tidak baik masih poly iklan yang tidak menyampaikan kesalah pahaman khalayak publik & bahkan menyampaikan nilai-nilai positif dalam iklan tersebut.

aku berharap keberadaan Etika Pariwara Indonesia ini bisa menyampaikan edukasi mengenai bagaimana membentuk suatu eksekusi iklan yang baik & betul, yang mencerdaskan & tidak menyesatkan warga poly. & muncul satu kelemahan global periklanan indonesia, dimana perkembangan teknologi begitu cepat salah satunya adalah perkembangan media digital. poly sekali iklan-iklan dimedia digital kita lihat & sejujurnya iklan digital belum muncul pengaturan yang mutlak didalam kerangka pengaturan periklanan indonesia. kedepan aku harap akan muncul revisi & pembaharuan dalam panduan etika pariwara indonesia, lantaran walaupun tidak poly orang mengetahui adanya panduan Etika Pariwara Indonesia, tetapi panduan ini telah melindungi kita dari kesesatan penafsiran.

Referensi :

1.Etika Pariwara Indonesia (Tata Krama & Tata Cara Periklanan Indonesia) Cetakan ketiga – September 2007.

dua. Ades Indonesia dalam https://www.facebook.com/AdesIndonesia?fref=nf

3. Google.images.com

4. Iklan Permen Suteka dalam https://www.youtube.com/watch?v=jJoOeeSTUXY

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here