Fenomena Aneka Makanan Berbahan Dasar Daging Anjing di Solo

0
346

Fenomena Aneka Makanan
Bicara tentang sate jamu atau yang lebih dikenal beserta sate anjing, di Solo sendiri juga sangat banyak warung tenda pinggir jalan yang menjual masakan ekstrim tadi. Cerita dimulai saat aku semester 6 lalu (saat ini semester 7), kebetulan aku mahasiswa Ilmu Komunikasi UNS angkatan 2010 yang merogoh 3 spesialisasi, yaitu Video, Jurnalistik, & Public Relation. Dalam mata kuliah Video II, keliru satu tugas yang wajib dikerjakan mahasiswa ialah membuat program feature, feature sendiri sering diartikan menjadi berita ringan, menghibur, mengandung unsur human interest, dll. Namun dalam kenyataannya membuat feature yang menarik tidak semudah yang dibayangkan, atau mungkin karena kami baru belajar & belum pro. Awalnya kami sekelompok mengadakan rapat untuk membahas pemilihan tema tugas kali ini, ada berbagai usulan namun yang menjadi pilihan kami ialah mengenai masakan ekstrim di Solo, yaitu sate jamu, sate guk-guk, atau apalah itu sebutannya. Setelah menentukan tema & membagi job desk masing-masing, hal pertama yang kami lakukan ialah mencari pemilik warung sate jamu di kota Solo. Akhirnya keliru seorang sahabat aku yang asli Solo menemui seorang pemilik warung sate jamu yang terkenal, yang terletak di belakang Manahan. Pemilik warung sebut saja Pak B ternyata orang yang sangat baik & humble, kami diperbolehkan merekam semua proses mulai dari awal sampai akhir pembuatan sate tadi. Jam 3 dini hari, aku & beberapa sahabat sekelompok menuju rumah Pak B yang tak jauh dari tempatnya berjualan untuk merekam proses awal pembuatan sate anjing tadi. Kami merekam semua yang dilakukan para pekerja Pak B meski pada akhirnya kami menyortir gambar yang layak tayang & lainnya hanya menjadi stock gambar atau dokumentasi saja. Awalnya aku melihat anjing-anjing yang sudah dimasukkan dalam karung & mulutnya dibekap beserta semacam tali di belakang rumah dekat dapur. Saya merasa miris sekaligus tak tega kala anjing-anjing itu menunggu giliran selanjutnya untuk dibunuh beserta cara dipukul kepalanya beserta balok kayu, ada yang langsung mati, ada jua yang masih mengaing merintih yang membuat aku iba. Setelah semua anjing yang akan dimasak hari itu mati, kemudian para pekerja itu memotong-motong bagian tubuh anjing mulai dari tulang sampai daging beserta berbagai berukuran & sinkron kebutuhan. Ternyata di warung Pak B tidak hanya menjual sate jamu saja, banyak pilihan hidangan masakan dari bahan dasar anjing yang disediakan, antara lain goreng bawang, rica-rica, asam manis, saus padang, tongseng, dll. Sekitar pukul 9 pagi setelah semuanya siap, warung tadi dibuka. Kami mengikuti ke warung untuk merekam proses pemasakan & meminta pendapat dari pengunjung warung tadi. Semakin siang, warung tadi dipenuhi beserta pengunjung yang memesan berbagai hidangan masakan yang disediakan, kami merekam semua aktivitas yang ada di loka tadi, mulai dari memasak, menyajikan, & merekam bagaimana lahapnya pengunjung menikmati kuliner yang disajikan. Namun, ada beberapa pengunjung yang tidak nyaman beserta kehadiran kami yang membawa kamera. Alhasil kami agak kesulitan dalam mencari pengunjung yang bersedia diwawancarai, setelah beberapa kali mencoba mengungkapkan apa sebenarnya maksud & tujuan kami, akhirnya ada pengunjung yang bersedia diwawancarai, sebut saja Pak E yang berprofesi menjadi satpam di keliru satu kantor swasta di Solo, menurutnya beserta memakan daging anjing, ia merasa tubuhnya dapat menjadi hangat, & meningkatkan stamina selain daging anjing di warung tadi cita rasanya kampiun (meski aku sendiri belum pernah merasakan). Pelanggan di warung tadi juga dari berbagai kalangan, dari orang-orang yang menaiki roda dua hingga orang-orang yang beroda empat yang berdandan perlente, bahkan ada juga yang sekeluarga. Meski aku pribadi tidak suka beserta cara membunuh anjing untuk dijual menjadi kuliner, akan tetapi semua itu pulang ke pribadi masing-masing, bagi orang muslim memakan daging anjing memang haram hukumnya, namun setidaknya orang-orang yang mengkonsumsi atau tidak mengkonsumsi itu sudah memilih & mempertimbangan pilihannya masing-masing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here