Gojek, Brand, dan Iklan

0
955
Advertising
Advertising

Gojek, Brand, dan Iklan
Fenomena Gojek

Gojek, sebuah kenyataan baru dalam Indonesia bersama keluarnya Ojek yang dapat dipesan secara online, dilengkapi seragam jaket yang sama & 2 helm senada bersama jaket berwarna hijau bertuliskan Gojek. Gojek yang terdapat sekitar tahun 2011 ini menunjukkan hal yang cukup menggiurkan bagi warga Jabodetakbek yang sudah bosan bersama stagnasi dalam mana-mana.

Kemudahan & keamanan yang diberikan oleh Gojek bisa menarik musim warga memakai moda transportasi roda 2 ini. Pelanggan Gojek tidak perlu menunggu usang dalam tepi jalan raya, tinggal unduh aplikasinya via android Driver Gojek sudah terdapat dalam depan rumah. Selain itu lantaran berbentuk institusi , maka agunan keperecayaan pelanggan sudah tidak ditanyakan lagi. Apalagi bersama tarif yang terstandarkan, sangat menguntungkan sehingga tidak perlu lagi berdebat bersama tukang ojek.

Gojek secara tidak pribadi pula menyampaikan model bagaimana memakai helm, jaket, serta masker yang betul dalam mengendarai tunggangan. Gojek pula menjadi model untuk tidak parker sembarangan. Selain itu Driver Gojek yang diberikan iuran pertanggungan tentunya akan menguntungkan bagi drivernya.

Hingga Pemprov DKI pun tertarik & melayangkan tawaran kepada CEO Gojek untuk bergabung dalam Jakarta Smart City. Aplikasi Gojek dievaluasi akan membantu pengguna moda transportasi publik. PT Go-Jek Indonesia siap melakukan explore partnership bersama PT Transjakarta dalam hal teknologi.

Kehadiran Gojek menimbulkan polemik sendiri. Gojek menjadi pesaing pribadi berasal tukang ojek konvensional. Gojek dianggap merebut huma tukang ojek konvensional. Sehingga tidak jarang driver Gojek diusir berasal pangkalan ojek. Bahkan Gojek pula dianggap menjadi moda transportasi yang tidak berizin & liar.

Yang terbaru ialah Gojek dianggap menjadi bentuk kapitalisme baru berasal ojek konvensional. Tukang ojek yang tidak ikut dalam Gojek lambat laun akan hilang & digusur apalagi Pemprov mendukung Gojek. Padahal bersama ikut Gojek, tukang ojek akan mempunyai pendapatan lebih besar & mendapatkan fasilitas bahkan iuran pertanggungan.

Kekuatan Merek/Label

Hal mendasar yang membedakan antara Gojek & ojek lainnya ialah pelabelan nama Gojek. Brand adalah senjata yang sangat ampuh dalam mayapada periklanan. Brand adalah bentuk karakteristik-karakteristik yang akan menjadi pembeda bersama competitor lain. Identitas yang memperlihatkan kelebihan yang dimiliki produk & tidak dimiliki oleh produk lain.

Brand atau dalam Periklanan dianggap Brand Equity adalah seperangkat aset & liabilitas merek yang berkaitan bersama suatu merek, nama & simbolnya, yang menambah atau mengurangi nilai yang diberikan oleh suatu barang atau jasa kepada perusahaan atau pelanggan (Susanto & Wijanarko, 2004)

Jadi bersama menambah nama saja, ojek yang adalah moda transportasi konvensional yang sudah usang dalam Indonesia berubah menjadi sebuah institusi. Tentunya, sehabis terdapat nama Gojek, maka harus diikuti perkembangan mirip kemudahan, ketenangan, keamanan yang menjadi karakteristik-karakteristik Gojek.

Ketika orang menyebut Gojek, akan pribadi teringat ojek yang tak terbiasa bernuansa hijau-hijau yang dapat dipanggil bersama aplikasi dalam android. Dengan sebuah merek, maka dapat dibilang Gojek tidak mempunyai saingan yang sepadan.

Iklan gratis

Perlu disadari agenda setting media mempunyai pengaruh bertenaga dalam berbagi Gojek. Konflik dalam media massa, khususnya televisi, terkait Gojek tidak ayal mengakibatkan Gojek dikenal dalam seluruh Indonesia. Terlepas berasal konten Gojek yang menjadi pro-kontra, paling tidak nama Gojek akan dipandang & didengar semua orang, lalu warga akan mencari tau sendiri soal Gojek. Meskipun poly warga yang mengetahui Gojek lewat internet, akan tetapi efek booming internet tidak sebanyak televisi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here