Hal-Hal yg Bakal Dirasain Fresh Graduate Ketika Panggilan Pekerjaan Belum Menghampiri

0
765
Advertising
Advertising

Hal-Hal yg Bakal
Setelah berjuang merampungkan skripsi hingga titik keringat penghabisan, akhirnya gelar itu tersemat jua dibelakang nama kamu. Iya, gelar sarjana yang udah susah payah kamu dapetin. Dan akhirnya ijazah dengan foto kamu yang tersenyum bangga pun akhirnya berpindah asal tangan rektor ke kamu. Orang tuamu pun ikut bangga dengan pencapaian kamu ini. Eits, tapi tunggu dulu. Semua euforia kebahagiaan itu dalam beberapa hari sesudah wisuda pun mulai meredup. Dan gerbang besar dengan tulisan welcome to the real world pun terpampang dalam depan mu.

Ya, sekarang kamu mulai memasuki dunia konkret. Bukan lagi dunia kampus dengan segala kesibukan tugas dan kegiatannya. Tapi ini lah dunia sesungguhnya yang akan mengambarkan akibat usaha kamu selama mengenyam pendidikan dalam bangku kuliah. Maka dimulailah usaha kamu buat melamar pekerjaan dalam aneka macam perusahaan. Sudah berlembar-lbr daftar riwayat hidup atau bahasa kerennya curriculum vitae kamu kirimkan ke bagian HRD perusahaan. Namun sayangnya, tidak satupun asal perusahaan itu menghubungimu buat sesi interview. Mungkin artikel ini bisa mewakili apa yang kamu rasain ketika tidak satupun panggilan interview menghampirimu.

1. Kamu bakal merasa timbul yang galat sama CV kamu

Yang paling mungkin pertama kali kamu pikirkan adalah : "Apa yang galat sama CV gue?". Dan kamu pun mulai punya niat buat kepo CV sahabat-sahabat kamu yang udah bekerja ataupun cari-cari tips membuat CV yang baik dalam internet. Dari sana kamu membandingkan CV kamu dengan CV orang lain dan merasa CV kamu kurang keren, mulai asal isi, layout, hingga pose foto dalam CV pun kamu bandingkan.

2. Kamu mulai melamar pekerjaan secara tak berbentuk

Awalnya kamu masih terbawa idealisme dikala masih kuliah : "Gue pengen kerja sesuai jurusan gue". Tapi ketika udah nunggu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan kamu belum jua dihubungi pihak perusahaan, maka kamu akan mulai berpikir : "Gue kerja apa aja deh, yang krusial timbul yang nerima gue". Dan akhirnya kamu pun melamar pekerjaan yang mendapat seluruh jurusan alias all mayor, walaupun kamu sendiri nggak ngerti sama bidang pekerjaan itu.

3. Kamu mencari-cari lowongan dengan kesempatan walk in interview

Setelah memperbaiki CV dan melamar kerja tak berbentuk, kini kamu mencoba peruntungan dengan kesempatan walk in interview. Apa itu? Bukan, bukan kamu disuruh interview sambil jalan ya, tenang aja. Maksudnya ini proses interview yang dilakukan tertentu dikala kamu menyerahkan CV tertentu kepada HR perusahaan. Jadi, kamu ga perlu nungguin perusahaan menghubungi kamu duluan. Tapi sayangnya, sekarang tidak terlalu poly perusahaan yang membuka kesempatan walk in interview kayak jaman ayah kamu melamar kerja dulu.

4. Kamu mulai (dan makin) acapkali dihubungi oleh orang tua : "Sudah bisa panggilan kerja belum, nak?"

Ini nih, ini. Yang bikin kamu pengen mewek segera mendapatkan pekerjaan. Orang tua. Iya, kedua orang tuamu yang udah berjuang menyekolahkan kamu hingga perguruan tinggi dan lulus. Pastinya kamu jua ingin membanggakan dan tidak merepotkan mereka lagi kan? Dan kamu pun menjawab dengan bijak : "Belum Yah, belum rejeki".

lima. Dan kamu pun akhirnya mencoba peruntungan lain : menjalankan urusan ekonomi sendiri

Kamu mulai berpikir jika rejeki kamu mungkin bukan menjadi karyawan, tapi menjadi pengusaha. Disini lah kamu bakal poly mencari-cari lowongan dan inspirasi urusan ekonomi yang bisa kamu lakukan sendiri ataupun bareng sahabat-sahabat kamu yang senasib. Mulai asal buka online shop, jualan dalam pasar kaget, buka urusan ekonomi makanan mini, dan lain sebagainya.

Nah, mungkin itu sebagian besar yang bakal kamu rasain dikala panggilan kerja belum jua menghampiri. Tapi tenang aja, tiap urusan ekonomi sempurna bakal bisa balesannya. Mungkin sekarang kamu belum merasakannya tertentu, tapi setiap orang timbul rezekinya masing-masing kok

Semangat!!!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here