Advertising
Advertising

Hati-hati Penipuan dari Iklan yg Kita Pasang
Jadi ceritanya, persis kemarin malam saya memasang iklan gratis tentang kos buat rumah orang tua saya pada Jambi. Saya memasang iklan indekos pada beberapa situs yg memang menyediakan jasa pasang iklan gratis. Ada empat tempat saya pasang iklan tentang kamar kos buat disewakan. Di semua tempat iklan itu saya memasang nomor ponsel saya menjadi wahana komunikasi jikalau terdapat yg tertarik beserta iklan indekos saya. Situs pertama ialah situs yg paling terkenal beserta jasa pasang iklan gratis pada Indonesia & tiga lainnya adalah situs yg memang spesifik memasang iklan terkait properti atau keterangan indekos.

Lalu besok paginya sekitar pukul 10 pagi, saya mendapat telepon kalau terdapat yg tertarik beserta iklan indekos yg baru saya pasang malam harinya. Hanya saja saya nir menanyakan berasal mana dia mendapat informasinya. Memang saya biasanya sporadis bertanya keterangan kos sanggup berasal situs mana.

Setelah berbicara melalui telepon sepertinya dia tertarik beserta indekos saya. Hanya saja dia mempunyai permintaan, apakah satu kamar itu bisa buat 2 orang & berapa harganya. Berhubung mak saya yg mengurus pengelolaan kos ini, akhirnya saya sarankan buat menghubungi Ibu saya tertentu. Apalagi dia akan mengambil 2 kamar tertentu, yg memang kebetulan terdapat residu 2 kamar (ac & non-ac). Akhirnya saya pun menunjukkan nomor telepon ponsel Ibu saya.

Si Busuk Penipu Online

Namun begitu siang harinya saya mencoba menelepon Ibu saya, apakah terdapat yg menelepon & menanyakan soal indekos. Ibu saya menjawab nir terdapat. Akhirnya pada sore hari saya ditelepon oleh pria ini (sebut saja namanya si Busuk). Si Busuk berkata, kalau dia sedang berada pada proyek atau pada luar, bisakah Ibu saya menelepon si Busuk. Soalnya nomor telepon Ibu saya memakai kartu penyedia layanan yg tidak sama beserta yg digunakan oleh si Busuk.

Akhirnya saya pun mengiyakannya. Saya menelepon Ibu saya buat menelepon si Busuk. Sekitar 15 menit kemudian, si Busuk menelepon saya kalau dia telah berbicara beserta Ibu saya pada Jambi, sedangkan posisi saya pada Kota Bandung. Busuk bilang, Busuk akan ke Jambi tanggal 8 Mei nanti atau sekitar 1 minggu lagi. Maka Ibu saya meminta Busuk akan mengirimkan uang muka pembayaran buat satu bulan pertama 2 kamar kos yg ingin ditempati menjadi uang muka atau tanda jadi. Saya pun diminta buat mengirimkan rekening bank saya kepada si Busuk.

Akhirnya saya menelepon Ibu saya terlebih dahulu buat konfirmasi ulang. Ibu saya bilang, kalau si Busuk akan mengambil 2 kamar, kamar ac ditempati 2 orang & kamar non ac ditempati satu orang. Ibu saya bilang kalau si Busuk jua kebetulan terdapat pada Bandung. Berhubung Ibu saya nir begitu familier beserta transaksi keuangan perbankan (yg pada akhirnya saya syukuri), misalnya transaksi melalui kartu atm, maka Ibu saya meminta saya buat memakai rekening bank saya terlebih dahulu buat menerima uang muka. Saya pun mengirimkan nomor rekening Bank Mandiri saya kepada si Busuk, sesudah sebelumnya saya menjelaskan kalau saya jua mempunyai rekening pada bank lain, pada Bank Mandiri Syariah & Bank Central Asia.

Sekitar pukul 18:45 wib tersebut, saya menerima telepon kalau si Busuk telah mengirim uangnya melalui layanan sms banking. Namun si Busuk bilang dia nir mendapatkan pemberitahuan kalau transaksinya berhasil. Kemudian Busuk bilang, saat mengecek melalui atm, uangnya telah terdebet atau berkurang. Saya pun diminta buat oleh si Busuk buat mengecek apakah uangnya telah diterima, supaya dia nir bolak-pulangdan saat itu si Busuk sedang menunggu pada parkiran atm. Si Busuk jua bertanya kepada saya, apakah saya posisinya nir jauh berasal atm.

Kebetulan rekening bank Mandiri saya memakai produk Tabunganku. Produk ini nir menyediakan fasilitas internet banking, sms banking, atau mobile banking. Produk ini hanya mengizinkan satu kali transaksi buat satu hari pada kartu atm-nya. Akhirnya saya minta si Busuk menunggu selama 15 menit supaya saya sanggup menuju ke atm berdikari.

Begitu saya menarik uang saya & mesin atm mengeluarkan kertas bukti transaksi, saya lihat uang saya nir bertambah didasarkan  kesepakatan kami melalui telepon, yakni 2,4 juta rupiah. Sebagaimana pembayaran tanda jadi buat 2 kamar kos. Begitu saya memberitahu si Busuk melalui pesan singkat kalau uangnya belum masuk, dia pun tertentu menelepon saya. Ia bilang dia akan menelepon call center Bank Mandiri. Saya diminta buat nir menutup telepon saya alasannya adalah si Busuk akan tertentu menelepon call center Bank Mandiri supaya saya bisa berbicara tertentu melalui sambungan telepon berasal si Busuk. Jadi misalnya berbicara ramai-ramai atau teleconference. Agar nir bolak-balik, saya jua diminta buat tetap pada lokasi atm.

Si Kupret Teman Busuk

Begitu si Busuk tersambung beserta call center maka dia meminta saya berbicara tertentu beserta call center melalui sambungan teleponnya (bertiga). Gaya bicara petugas call center ini (sebut saja si Kupret), begitu meyakinkan. Selama pembicaraan beserta si Kupret, si Busuk sama sekali nir memotong pembicaraan saya. Padahal nada bicara saya sedikit meninggi kalau arah pembicaraan si Kupret nir tentu arah. Si Kupret akhirnya meminta saya buat masuk ke atm lagi & dipandu buat mempelajari rekening atau transaksi saya. Dari sini saya telah mulai curiga. Padahal saya telah menyebutkan sebelumnya kalau saya memakai produk Tabunganku. Produk Bank Indonesia yg wajib terdapat pada seluruh bank pada Indonesia, hanya bisa digunakan satu kali transaksi dalam satu hari oleh Bank Mandiri.

Dari sini saya telah curiga. Walaupun gaya bicaranya begitu meyakinkan. Menggunakan teori kata-kata Mohon Maaf, Kami Bantu, Tolong, atau penyebutan nama berulang-ulang kali. Teori ini jua digunakan oleh si Busuk, memakai minta waktunya sebentaratau tolong pada bantu yah Pak dsb.

Si Kupret jua menyampaikan kepada saya, memang sahih dana pada rekening si Busuk telah berkurang. Namun berhubung baru saja sistem jaringan bank sedang gangguan saat si Busuk mengirim uang, maka transaksi mengalami gangguan. Seperti macet pada tengah jalan. Kemudian si Kupret menanyakan kepada saya apakah saya punya rekening lain selain rekening bank berdikari ini. Si Kupret bilang, dia akan meneruskan uang yg tersangkut ini ke rekening bank saya yg lain atau rekening bank berdikari lain, jikalau terdapat. Kupret bilang, transaksi ini wajib segera diproses malam ini alasannya adalah besok ialah perlop panjang (jumat, sabtu, minggu libur, May Day). Aika nir, maka pengembalian dana sebesar 2,4 juta ke rekening Busuk baru bisa diproses 14 hari kerja.

Akhirnya saya menunjukkan rekening Bank Mandiri Syariah & meminta si Busuk buat menunggu sekitar 1 jam supaya saya bisa mengecek rekening saya. Begitu saya mempelajari rekening saya, nir terdapat uang yg masuk. Kecurigaan saya terbukti pada saat saya si Busuk melakukan teleconference lagi beserta si Kupret. Berhubung saya capek jalan kaki buat mempelajari 2 tempat ATM yg tidak sama, saya menjawab telepon si Kupret suka-suka. Si Kupret bilang, kenapa bapak nir sopan begitu, saya blokir yah rekening Bapak.

Si Busuk sampai saat tulisan ini dibentuk jua nir menghubungi saya. Nomor teleponnya jua nir aktif. Namun saat saya sms, saya menerima laporan kalau sms saya terkirim.

Catatan Penipu Online si Busuk & Si Kupret

Dari awal Busuk nir mengirim saya sms. Hanya komunikasi melalui telepon.

Si Busuk & si Kupret sahih-sahih memanfaatkan momen liburan panjang atau mungkin hari pekan menjadi alasan pendukung mereka. Sehingga kita nir bisa tertentu mendatangi bank terkait.

Logat bahasa si Busuk misalnya orang cadel, nir enak sekali pada dengar & terkesan dibentuk-buat.

Gaya bicara si Kupret begitu meyakinkan, tetapi sayangnya si Kupret nir memakai prinsip prudential (prinsip kehatian-hatian). Pada saat saya memberitahu nomor rekening bank lain, si Kupret nir mengonfirmasi ulang penyebutan angka rekeningnya. Dari sini saya merasa yakin kalau ini telah menunjuk kepada penipuan. Call center-nya palsu.

Secara psikologis, saya pribadi begitu suka terdapat yg menghubungi saya terkait iklan yg baru saya pasang. Padahal waktunya belum genap 24 jam. Sehingga saya nir curiga pada saat uang yg dikirim sepertinya mengalami gangguan & saya diminta ke atm buat memeriksanya. Sampai pada sini saya belum curiga, sebelum saya berbicara beserta call center.

Pelajaran yg Saya Ambil:

Tidak terdapat salahnya menanyakan ulang berasal mana mereka mendapatkan keterangan terkait barang atau jasa yg kita iklankan. Khususnya nama situs tempat kita memasang iklan.

Saya nir akan lagi menerima pembayaran kos yg sistem pembayaran dikirim melalui rekening. Apalagi orangnya belum melihat syarat indekos. Selain itu ini kali pertama saya menerima model calon penghuni kos yg misalnya ini.

Kalau bahasanya telah menunjuk kepada pergi ke atm, dipandu melalui atm, itu telah akan menunjuk ke penipuan.

Penutup Modus Baru Penipuan Online

Modus ini sepertinya modus baru bagi saya. Modus penipuan melalui keterangan jasa pasang iklan gratis ini sepertinya masuk akal. Beda beserta modus penipuan berhadiah yg meminta korbannya buat mengirimkan sejumlah uang. Model penipuan ini mungkin telah poly yg tahu.

Pada saat kita memasang iklan, rata-rata kita akan memasukkan nomor ponsel yg aktif supaya sanggup dihubungi. Dari sinilah nomor kita diketahui lalu seolah-olah mereka akan membeli barang kita & ingin mengirim sejumlah uang. Pada saat itu kita akan diminta ke atm buat mengikuti pedoman yg mereka berikan beserta alasan uang gagal dikirim imbas sistem jaringan yg sedang eror.

Tulisan ini jua dipublikasikan pada blog saya pribadi beserta judul Model Penipuan Online (Baru) Jasa Pasang Iklan Gratis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here