Kalau Kamu serta Pasangan Sudah Berniat ke Jenjang Pernikahan, Ini 9 Hal yang Layak Dipersiapkan

0
665

Kalau Kamu serta Pasangan Sudah Berniat ke Jenjang Pernikahan, Ini 9 Hal yang Layak Dipersiapkan
Kapan nikah? merupakan pertanyaan wajib yang cepat atau lambat akan kamu dengar kalau sudah punya pasangan. Gimana nggak, hampir semua orang kalau ketemu kamu akan bertanya hal itu-itu saja.

Kalau kamu keliru satu orang yang sudah beserta mantap menjawab Doain aja deh ya, ada baiknya niat buat melangsungkan pernikahan itu tak sekadar niat saja. Paling tidak, dari sekarang kamu sudah harus aware apa saja yang layak kalian siapkan demi naik level ke jenjang pernikahan. Karena sesungguhnya, persiapan pernikahan itu cukup menguji kesabaran. Tak ada ruginya kan buat memahami hal-hal yang esensial dari sekarang?

1. Ngelamar pasangan itu jauh lebih heboh daripada ngelamar kerja. Nggak bisa tinggal masukin CV dan tunggu staf HRD calon mertua menghubungi kita

Di film Barat atau Korea, berkata Would you marry me? ke pasangan aja sudah bisa disebut lamaran. Tapi kita hidup di Indonesia, dan proses lamaran nggak sekedar nanya gitu aja. Umumnya calon mempelai pria harus ketok pintu dulu tuh ke rumah calon mertua. Menceritakan niatnya buat meminang sang pujaan hati. Setelah mendapat wejangan dari calon mertua, baru deh kalian menentukan jadwal rendezvous keluarga selanjutnya.

Di beberapa budaya, proses lamaranpun ada yang dirancang semacam acara tunangan resmi. Bahkan ada yang sampai membangun acara syukuran dan mengundang tokoh agama buat minta diberkati. Resmi atau tidaknya acara lamaran kalian akan tergantung dari kesepakatan keluargamu dan pasangan. Yang kentara, ini harus dikomunikasikan dari jauh-jauh hari.

Karena yang dilamar ini pasangan, bukan pekerjaan yang tinggal masukin cv, terus tunggu staf HRD yang hubungin kita. Kalau lamaran pasangan, justru kita yang harus aktif menghubungi orang-orang yang terkait. Orangtua sendiri, calon mertua, perwakilan keluarga, bahkan mungkin juga tokoh agama. Karena dari hasil rendezvous para lakon tadi, nantinya akan keluar hari baik alias lepas dan tempat pernikahan.

2. Tak peduli apapun jurusanmu di kuliah dulu, kamu dan pasanganmu akan mendadak belajar akuntansi

Mungkin sebenarnya kalian nggak demen hitung-hitungan. Tapi kalau sudah serius menikah, mau nggak mau ya harus belajar. Pasalnya, kita harus membangun pembukuan awal buat semua aturan pernikahan kita.

Yang harus pertama dilakukan merupakan segera menentukan budget yang bakal dialokasikan buat nikah. Karena konsep acara pernikahan dan persiapan lainnya akan menyesuaikan budget yang kita punya. Setelah menentukan saldo awal, buatlah rancangan aturan yang lebih spesifik beserta membaginya berdasarkan pembagian terstruktur mengenai tertentu.

Contohnya:

Anggaran Baju

Jahit kebaya dan jas 4.000.000
Bahan dan ongkos jahit seragam keluarga 5.000.000

Anggaran Mas Kawin

Perhiasan Rp. 3. 500.000
Cincin Rp. 5.000.000

Dalam penentuan budget emang nggak ada ketentuan khusus siapa yang harus lebih akbar proporsi sumbangannya. Lagi-lagi, kembali ke kesepakatan dan kemampuan masing-masing. Karena uang itu hal yang sensitif, ada baiknya kamu dan pasanganmu yang rundingan terlebih dulu. Lalu baru kalian yang berkata ke orangtua buat minta pertimbangan.

3. Ada beberapa hal yang krusial dipikirkan dalam menentukan konsep upacara pernikahan. Tak cukup hanya sekadar kekinian

Kalau jaman dulu sih orang mau nikah nggak pake konsep-konsepan. Lamaran, tentukan lepas, nikah, kelar. Kalau sekarang

Eh kamu mau nikah ya tahun depan ? Rencana pakai konsep wedding apa?

Oh konsepnya kami rock and roll. Jadi dari mulai undangan, foto prewed sampai dekorasi dan dresscode tamunya nanti kami minta buat rock and roll gitu juga.

Nikahnya sekali seumur hidup kan? Kalau budget emang mencukupi nggak ada salahnya sih membangun konsep pernikahan seperti yang kalian mau. Tapi konsep itu juga jangan cuma ikut-ikutan supaya tampil kekinian. Konsep itu harus merepresentasikan kalian banget dan disetujui sang keluarga. Mungkin kamu dan pasangan sukanya petualangan, bisa pake konsep alam. Atau malah kalian pasangan yang memang peduli soal budaya maka konsep nikah adat bisa dijadikan pilihan.

4. Ada bagian nggak seksi dari menyiapkan pernikahan: administrasi pemberkasan di kantor kelurahan

Wah kamu sudah mau nikah ya.. Berarti nanti nemuin Pak Joko ya?

Eh iya Tante hehehe.

(*dalam hati*: Pak Joko tuh siapa ya?)

Ternyata Pak Joko itu administrasi kelurahan.

Kamu yang katanya mau nikah, sudah kenal belum sama kepala RT-nya? Tahu di mana rumahnya? Terus memahami nggak letak penyimpanan akte kelahiran dan Kartu Keluargamu (KK)? Kalau udah memahami, syukurlah Tapi kalau belum, berarti kamu harus mulai bersosialiasi di lingkungan tempat kamu tinggal dan juga mulai belajar tertib urusan administrasi. Karena ini emang seninya mau nikah.

Untuk urusan nikah di Catatan Sipil, kamu harus menyiapkan berkas-berkas tertentu. Pertama kamu harus minta surat pengantar dari Ketua RT buat dibawa ke Kantor Kelurahan. Sebelum meminta surat itu, kamu juga mesti bawa fotokopi KTP dan KK-mu. Kebayang kan kalau kamu nggak memahami tempat nyimpennya di mana atau nggak punya fotokopiannya. Setelah dari situ, kamu baru ke kantor kelurahan buat mengurus berkas-berkas lain, istilahnya Form N1-N4. Di sana juga kamu harus menyiapkan fotokopi KTPmu dan KTP Pasanganmu, fotokopi KK dan juga Akte Kelahiranmu. Beda wilayah, bisa beda kebijakan. Untuk di wilayah tertentu, fotokopian kelengkapan suratmu tadi harus dilegalisir sampai ke Kantor Kecamatan lho.

Nggak usah dibayangin dulu sampai waktunya tiba ya. Siapkan mentalmu saja anak muda!

5. Pun siapkan mentalmu buat mengikuti kursus pernikahan. Jangan malas-malasan, fasilitas ini layak dimanfaatkan

Dalam beberapa kepercayaan, para calon pengantin juga diwajibkan mengikuti kursus persiapan pernikahan. Kursus ini bukan sembarang kursus. Karena sertifikat yang nantinya didapat itu bakal jadi prasyarat buat nikah secara agama. Kamu nggak boleh tiba sendirian, pasanganmu juga harus dilibatkan.

Kamu nggak perlu kuatir akan menyia-nyiakan waktu beserta mengikuti kegiatan ini. Dijamin deh kamu nggak nyesel. Karena materi dalam kursus ini sangat menambah wawasan dan pengetahuan, mulai dari hukum-hukum agama, psikologi keluarga, seksualitas sampai ke pengaturan ekonomi keluarga. Tapi sayangnya jadwal kursus ini tidak tentu. Bisaanya menunggu kuota registrasi terpenuhi. Makanya buat kalian yang diwajibkan mengikuti kursus ini, mulai sekarang rajin tanya jadwal Kursus Persiapan Pernikahan dan persyaratannya apa aja ya

6. Dalam tahap persiapan, jangan kaget kalau kamu jadi rajin ngukur jalan. Maklum, harus survey banyak peritilan

Kalau bagian yang ini lumayan fun sih. Setelah harus melalui banyak tahap yang lumayan bikin mabuk kepayang, sekarang waktunya bersenang-senang. Kamu mulai rajin ngukurin jalan dari utara ke selatan, dari barat ke timur buat survey peritilan-peritilan pestamu. Mulai dari mengeksplor jenis, warna, bentuk dan membandingkan harga barang yang mau dibeli. Seperti souvenir, designer undangan, penjahit, dan sebagainya.

Tapi kalau kamu nggak mau repot, kamu juga bisa menggunakan vendor yang menyediakan jasa EO. Kamu tinggal bilang konsep dan maumu gimana, lalu mereka deh nanti yang akan menyulapnya jadi nyata.  Selain itu, pergi ke wedding expo juga bisa dijadikan alternatif pilihan. Di sana akan ada banyak vendor dari peritilan-peritilan yang kamu cari tadi. Yippie, seperti tutur pepatah setali tiga uang, kamu tinggal pergi ke satu tempat dan sudah banyak yang didapat.

7. Segera pesan apa yang umumnya jadi rebutan. Ini termasuk venue, katering, perias, dan penjahit.

Meskipun kamu dan pasanganmu saling jatuh cinta, tapi maaf dunia ini belum jadi milik kalian berdua. Begitupun beserta pesta pernikahan kalian. Bayangkan ada pasangan lain juga yang mulai merencanakan lepas dan lokasi pernikahan yang sama beserta kalian. Biar nggak keduluan, segera pesan dan beri tanda jadi hal-hal yang kemungkinan akan jadi rebutan. Seperti gedung, katering, perias, fotografer dan penjahit. Jangan heran kalau ada pasangan yang nge-book hal-hal tadi mulai dari satu tahun sebelumnya.

Kalau kalian juga pengen punya undangan dan cincin yang custom beserta kriteria kalian sendiri, book juga vendor tadi setidaknya 2 bulan sebelumnya. Supaya kalian nggak perlu antrian yang panjang, deg-degan pun jadi hilang.

8. Dari Om-Tante, sekarang jadi Papa-Mama. Perubahan mini seperti ini menyimbolkan transisi akbar pada hidupmu dan dia

Nah kalau tadi persiapannya banyak yang menguras energi fisik, kali ini cuma mental aja sih yang dilatih. Kamu yang tadinya menyapa calon mertuamu beserta Om-Tante, sekarang mulai latihan menyapa jadi Papa-Mama ya. Grogi ? Iyalah sedikit Tapi bukannya kalau mau menikah nggak lagi tentang aku dan kamu, tapi kita kan?

Pernikahan bukan hanya tentangmu dan pasanganmu, tapi juga antar keluarga kalian. Itu juga kenapa kamu mesti melatih diri buat mulai menganggap keluarga pasanganmu jadi bagian dari keluargamu juga.

9. Kamu yang idealis harus bisa jadi lebih realistis. Tak hanya dalam tahapan menyiapkan pernikahan saja, tapi juga pernikahan baru setelahnya.

Sudak relatif lega bukan rasanya hampir semua persiapan tuntas dilakukan. Eits belum terselesaikan, masih ada 1 lagi yang kurang. The last but not least. Jangan lupa juga ya membahas sekilas rumah tangga kalian ke depannya gimana. Ini sebenarnya yang paling krusial daripada wedding-nya, marriage life after wedding. Bahasan tentang kehidupan pernikahan yang tak sporadis jadi relatif kelupaan.

Kamu mungkin orangnya idealis, tapi ketika menikah, idealismemu juga harus jadi realistis. Kamu beserta bentukan pola asuh yang sudah sekian tahun, begitupun beserta pasanganmu. Tentunya sudah membangun pola pikir dan kebiasaanmu sampai jadi seperti sekarang. Tidak sporadis kles karena beda pola kehidupan mulai bermunculan. Jadi nggak ada salahnya mulai terbuka beserta pasangan tentang kebisaaan dan pengaturan keuangan nantinya. Karena pernikahan yang sesungguhnya itu hanya melulu soal penyesuaian sampai maut memisahkan.

Jadi gimana, kamu dan pasanganmu sudah siap betul melangkah ke jenjang berikutnya ? Semoga Wedding Preparation To-Do-Listnya sudah banyak yang tercentang ya. Selamat mempersiapkan hari senang kalian dan Selamat belajar menyesuaikan 

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

9 Cara Meyakinkan Orangtua Bahwa Kamu dan Pacar Sudah Layak ke Jenjang yang Lebih Serius
Sebelum Ke Jenjang Pernikahan, 5 Hal Ini Jangan Sampai Kamu Alami Saat Pacaran
Rasanya Punya Pasangan Dari Masih Belia Hingga Kini Sudah Dewasa. Jenjang Pernikahan Pun di Depan Mata
Sebelum Sampai ke Jenjang Pernikahan, Tak Usah Mencintaiku Dengan Berlebihan
Hati-hati, 7 Hal Sepele Ini Bisa Gagal Membawamu Ke Jenjang Pernikahan. Sadari Mulai Sekarang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here