Kawan Kami Menyembunyikan Kedewasaan
Di setiap kesempatan bertemu memakai orang lain, kawan kami yang satu ini selalu bercerita wacana puluhan film anime favoritnya, koleksi komik, & ratusan miniatur kendaraan beroda empat-mobilan. Tak hingga pada situ, dia jua hafal film anak-anak sumber era akhir 80an hingga era milenial, sumber satria baja hitam, power ranger, bahkan hingga film yang aku sendiri tidak pernah mendengarnya.

Orang-orang tertawa terbahak-bahak ketika melihat tingkah lakunya. Menurut mereka kawan kami ini tak lebih sumber sekadar anak TK yang tidak pernah beranjak dewasa. Ia tidak pernah naik kelas. Ia tidak pernah naik level. Ia hanya asik pada dunianya sendiri. Ia merupakan anak kecil yang tidak pernah melihat betapa indahnya global luar. "Ia misalnya katak pada dalam tempurung," begitu orang-orang menyebut dirinya.

Akan namun, aku tidak setuju memakai tuduhan ini. Orang-orang itu hanya menilai sekilas lalu menyimpulkannya begitu saja. Menurut aku kawan kami itu tidaklah bersifat kekanak-kanakan. Ia cukup dewasa. Hanya saja dia bukan orang yang suka memamerkan kedewasaan. Sebab, perilaku dewasa memang bukan buat dipamerkan. Itu sombong namanya. 

Oleh karena itu, aku maklum jikalau setiap bertemu memakai orang lain dia selalu antusias ketika bercerita wacana film kartun atau mainan anak-anak. Namun, persis misalnya anak-anak pada umumnya, kawan kami memang relatif tempramental. Emosinya turun naik, tergantung mood.

Kalau dia punya mainan baru, hatinya bahagia & gembira. Kalau dia punya koleksi film anime mutakhir, hatinya berbunga-bunga. Namun, jangan sekali-sekali meledeknya & menyebut dirinya kekanak-kanakan. Sebab, sumbunya amat pendek. Kalau disenggol sedikit niscaya meledak. Ia selalu merasa apa yang dilakukannya selalu sahih. Di sisi lain orang lain tak pernah sahih pada matanya. Tidak sporadis sumpah serapah keluar sumber mulutnya. Di mata orang lain, dia persis anak kecil yang tak mau kalah dalam segala hal.

Orang-orang jua seringkali bercerita soal norma kawan kami yang sulit berbicara memakai suara perlahan. Namun, dia jua mempunyai keunikan. Kalau dia sedang bicara, & disaat bersamaan timbul orang lain melintas dihadapannya, maka speaker stereo yang dia miliki akan otomatis aktif. Suaranya makin keras & lantang. Apalagi bila pada dikala bersamaan timbul wanita seksi hadir pada sana. Ia makin termotivasi & sanggup meningkatkan kekuatan suaranya berkali-kali lipat. Sepintas, orang akan mengira kawan kami sedang mencari perhatian. Padahal, tentu saja tidak. Ia hanya sedang menyembunyikan kedewasaan.

BTL. 7.1.2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here