Keliling 7 Negara Eropa pada Kartupos, Filateli, & Fotografi

0
526

By Christie Damayanti

Ketika banyak orang berseberangan denganku, dikala tidak timbul atau sedikit sekali teman yang sanggup & mau membantuku, justru Tuhan menyampaikan aku banyak kesempatan buat melakukan hal2 yang aku sukai & Tuhan mem-blow up kegiatanku lewat hobiku, filateli. Sejak tahun kemudian, dimana pameran2ku menjadi buah bibir pada kalangan terbatas alasannya adalah menerima rekor MURI Nasional ( Indonesia ) & rekor MURI Internasional, justru menambah kesempatan untukku terus berupaya menjadi kan Filateli Indonesia lebih bermakna bagi negara ku tercinta.

Kemarin Hari Kartini, Hari Selasa tanggal 21 April 2015 aku diminta Pameran tentang wisata Eropa, dimana memang aku ingin memamerkan benda2 filateliku bertema Eropa serta karyaku tentang foto & desain buat kartupos tentang Eropa, dimana aku & ke 2 anakku sempat berkeliling ke-7 negara Eropa Barat. Dengan berkolaborasi memakai Fiduca ( pendidikan anak2 non-formal buat sebuah hobi filateli ), kami mengadakan Pameran, Seminar & Workshop buat orang tua, guru2 serta anak2.

Aku sendiri diminta pameran & aku merogoh judul "Keliling 7 Negara Eropa Barat dalam Kartupos, Filateli & Fotografi". Dimana dikala kami berkeliling disana selama hampir 1 bulan, aku & anak2ku mengabadikan lewat kamera kami masing2. Hasilnya, aku olah menjadi desain kartupos, dicetak, dijual & dibagikan serta tukar menukar memakai teman2 seluruh dunia.

***

Seperti biasa, aku memersiapkan sendiri seluruh materi pameranku. Dari desain pameran, rapikan letaknya, konsep2nya, mencari dana & sponsornya, sampai dana nya yang memang harus sendiri. Yang selalu membantuku buat desain Sampul Peringatan ( SP ) & kartupos pameran artinya sahabatku mba Novie yang tinggal pada Semarang. Mungkin 95% aku melakukannya sendiri.

Mba Novie sendiri akhirnya memutuskan membantuku buat mempersiapkan pameranku memakai ke Jakarta. Sejak sore sampai malam, bertiga memakai mba Novie & Celin yang pada akhirnya sanggup membantuku buat memasang2 materi pamerannya pada Hotel Grand Whiz, pada kelapa Gading. Bisa dibayangkan jikalau aku benar2 hanya sendiri, memakai hanya 1 tangan saja ( tangan kiri ), buat membawa materi pameranku saja tidak sanggup, apalagi memasangnya? Pertolongan Tuhan memang selalu tepat pada waktunya …..

Mba Novie & Celin yang akhirnya membantuku, menyusun pameranku

Hari Selasa tanggal 21 April 2015 kemarin, sudat terdata timbul 150 orang yang tiba ke seminar & pameranku, sinkron memakai undangan. Terdiri asal orang tua & guru2 & kepala sekolah, sejak pagi jam 9.00 sampai jam 12.00. Setelah makan siang, giliranku buat berbicara tentang filateli. Edukasi buat orang tua & guru2, serta workshop buat anak2. Kebetulan yang tiba artinya kelas 1 SD, dimana mereka prangko pun tidak pernah memahami …..

Aku memakai koleksiku, dalam 16 frames …..

Jangan kan anak2 itu. Yang dewasa pun, mereka hanya memahami sekedarnya. Tidak pernah memahami & berpikir bahwa prangko dalam filateli menjadi juga indera pembelajaran yang nyata, juga menjadi indera buat bersahabat lewat surat2 memakai prangko2nya.

Aku & sahabat2ku serta seseorang Kepala Sekolah ( Suster ) pada sebuah SD swasta pada Jakarta Barat

Pembukaan seperti biasa, diawali memakai beberapa istilah sambutan. Penandatanganan SP dilakukan oleh Bp Widyawan Yohanes, wakil asal Kementrian Kominfo. Seharusnya, Dirjen PPI kementrian Kominfo sudah bersedia hadir buat membuka acara ini, namun terbentur memakai Konferesi Asia Afrika, sebagai akibatnya batal deh …. Tetapi acara ini sangat luar biasa! Tanda tangan ini berada diatas Sampul Peringatan Pameran ku, yang aka disimpan oleh negara ….. luar biasa kan? Karena adalah bukti sejarah buat generasi yang akan tiba …..

Penandatanganan SP Pameran yang pada desain oleh Mba Novie …..

Seminar pun berjalan sangat baik. Dengan moderator Bp Lutfie ( filatelis besar Indonesia ) yang selalu berbicara memakai lucu & membagi2kan hibah prangko jikalau sanggup menjawab pertanyaan2 serta menyimak memakai baik, para nara sumber menjadi lebih bersemangat buat berbicara tentang sebuah hobi yang luar biasa ini! Dan pesrta seminarpun terlihat antusias buat mendengarkan apa & bagaimana filateli ini.

SP Pameran yang sudah ditandatangani oleh Bp Widyawan Yohanes, asal Kemen Kominfo, serta seminar "Filateli Cara Pintar Mengenal Dunia"

Setelah makan siang, anak2 kelas 1 SD itu sudah tiba, asal sekolah mereka. Ya, paginya mereka harus sekolah & pergi sekolah barulah mereka tiba ke Hotel Grand Whiz, loka acara berlangsung. Ketika aku keluar asal ballroom loka seminar buat ke toilet, terlihat anak2 itu sangat excited melihat2 pameranku. Walau aku diberikan loka buat memajang koleksiku sebanyak 16 frames, sebenarnya aku sudah siap memakai 50 frames. Tetapi alasannya adalah loka terbatas, ya sudah … aku harus memangkas koleksiku menjadi 16 frames ….. Aika seluruh dipajang, aku yakin, anak2 itu semakin puas melihat2 & pikirannya akan berubah jikalau aku sempat & sanggup indikasi tentang ceria pada pameran itu. Sayangnya, loka & waktunya memang sangat terbatas …..

Begitu aku masuk ke ruangan, anak2 itu segera masuk juga. Mereka duduk pada bangku2 mini yang memang sudah disiapkan Fiduca. Ada lebih kurang 25 orang anak. Dan mereka sudah siap, bahkan tidak tabah memakai apa yang akan aku bicarakan.

Aku member edukasi memakai dibantu mba Novie yang memegangi mic

Aku duduk pada depan, pada bantu oleh mba Novie, yang memegang mic. Mulanya aku bercerita tentang hobi ini sejak tahun 1980-an. Surat menyurat ke seluruh Indonesia lewat Majalah Bobo, berlanjut memakai surat menyurat memakai teman2 dunia & dilanjutkan memakai surat menyurat memakai orang2 terkenal asal seluruh dunia.

Anak2 mengerubungiku …. Sangat membahagiakan …..

Aku jelaskan memakai contoh2 koleksi yang aku sanggup. Contoh2 surat asal orang2 terkenal, termasuk Mickey Mouse. Juga contoh2 kartupos asal orang tuaku yang dikirimkan pekadaku & adikku sejak tahun 1971 dikala mereka bertugas pada Eropa, selama 2 tahun. Dan selama mereka bertugas ke banyak wilayah, kota & negara pada seluruh dunia, memakai foto2 pada kartupos nya yang lucu. Dan anak2 itu excited serta antusias! Mereka tertarik maju ke depan & banyak bertanya kepada kami ….. menyenangkan …..

Anak2 itu dibantu guru2 mereka buat menulis surat pada kartupos sampai menempelkan prangkonya. Ketika mereka menulis pada kartupos bergambar Hello Kitty & Doraemon, orang tua & guru2 pun menulis pada kartupos sendiri yang dibagikan oleh Fiduca tentang pengalamannya hari itu selama seminar, & mengeposkannya sendiri lewat PT Posindo …..

Mba Novie yang membantu anak2 itu …..

Lalu sesudah lebih kurang 30 menit aku berbicara memakai banyak model, aku mulai menaruh kartupos2 aku tertawa & bahagia. Aika mereka sudah tertarik memakai awal seperti ini, tidak heran jikalau mereka nantinya akan menjadi filatelis & postcrosser handal pada masa yang akan tiba …..

Karena, konsepku buat memajukan Filateli Indonesia artinya mengajak & merangkul 'akar rumput' atau anak2 sedini mungkin lewat permainan, simulasi & workshop yang menarik, buat mereka lebih peduli lingkungan & tidak terfikus dngan gadget yang terbukti menghasilkan mereka asik memakai diri sendiri saja. Adget sanggup menghasilkan mereka tidak peduli & egonya meningkat. Seharusnya, gadget & teknologi sanggup menghasilkan mereka lebih sanggup berinteraksi & teknologi itu memang membantu kita, namun tidak 'merebut' kita asal dunia natural kita.

Dan alasannya adalah aku sangat excited & bahagia memakai filateli, aku akan terus mengajarkan anak2 sedini mungkin buat sanggup & berani berinteraksi memakai filateli, lewat surat menyurat, ber-postcrossing serta mengumpulkan benda2 pos, sebagai alternative hobi yang luar biasa !!!

Sementara aku permanen berbicara buat orang tua & guru2 mereka dalam workshop itu, anak2 sudah mencoba menulis surat atau menggambar pada sebalik kartupos itu. Dibantu oleh guru2 mereka serta mba Novie. Mereka menuntun anak itu buat menulis & berkata2 dalam goresan pena. Setelah itu, kartupos2 itu ditambahkan prangko, juga asal aku, & mereka memasukan sendiri ke dalam kotak surat yang sudah disediakan oleh Fiduca.

Dan ….. mereka mengeposkan kartupos mereka ke dalam kotak pos … simulasi buat mereka sebagai awal mereka mengenal dunia pos & surat menyurat …..

Menarik, kan?

Aku yakin, timbul titik awal pada kepala mereka buat mencoba mengulanginya lagi. Tetapi jikalau tidak timbul yang membimbing & membinanya, seluruh akan 'lepas' lagi. Jadi, aku menyampaikan alamat rumahku buat mereka atau siapapun mengirim surat kepadaku, & aku menjanjikan pada mereka buat mengirimkan balasannya beserta memakai 'used-stamps' & karupos2 lucu buat mereka. Ya … paling tidak, aku sanggup memantau perkembangan mereka, lewat surat menyurat memakai ku …..

Aku memakai seseorang anak memakai kartupos yang aku berikan kepadanya ….. mereka excited!

Pameran ku kali ini memang berbeda. Memang tidak timbul penghargaan seperti 2 terakhir pamranku yang menerima Rekor MURI Nasional & Internasional. Tetapi timbul makna yang lebih mendalam lagi, buat sanggup berinteraksi memakai anak2 mini & mengajak mereka mulai mencintai alternative hobi ini.

Terima kasih, Fiduca yang sudah memfasilitasi memakai anak2 luar biasa ini & salam filateli …..

Salam filateli …..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here