Kota Lisbon yg Semakin Dilupakan

0
369

Dari kota Faro menggunakan perbedaan makna Mediteranea, perjalanan dilanjutkan ke bunda kota Portugal yaitu Lisbon. Perjalanan menggunakan kereta barah memakan waktu lebih kurang 3 jam melintasi tanah gersang. Bika memandang keluar menurut jendela kereta hanya terlihat hamparan tanah berbatu dan pohon-pohon mini. Banyak jua pepohonan zaitun yang sedang berbuah lebat namun permandangan diluar jendela sangat membosankan. Kata 'jendela' jua berasal menurut ungkap Portugis yang ditulis 'jenela'. Tiket kereta barah saya tertulis 'jenela' yang berarti kursi saya di tepi jendela. Tidak muncul apa yang mampu dilakukan selama 3 jam diatas kereta, hanya mendengar lagu-lagu menurut i-pod nano dan selainnya hanya memandang kosong ke luar jendela. Setelah 3 jam, kereta barah berkecimpung laju mendekati kota Lisbon. Dari jauh telah tampak kota yang berbukit dan jembatan gantung berwarna merah yang dikenal sebagi Jembatan 25 de Abril. Kereta barah menurut Faro melalui jembatan ini menyeberang Sungai Tagus memasuki kota Lisbon. Jembatan gantung sepanjang 2.27 km ini mempunyai 2 fungsi yaitu sebagai jalan kereta barah dan jua buat penggunaan kendaraan yang lain. Meskipun jembatan telah mulai dipakai sejak tahun 1966 namun jalan kereta barah dibubuhi kepada tahun 1999 bagian bawah jembatan yang sedia muncul. Kereta barah berakhir di Stasiun Oriente namun saya berhenti di Stasiun Entrecompas di pusat kota sebab hotel yang saya pesan tidak jauh menurut stasiun Entrecompas. Saat menginjakkan kaki di kota Lisbon saya dapat merasakan kelainan menurut segi tata kota ini. Amat tidak selaras menggunakan kota lain di Eropa. Tidak banyak wisatawan menurut luar Eropa yang saya temui. Hanya penduduk lokal dan wisatawan menurut negara Eropa yang lain. Wajah-wajah Asia dan Afrika sangat asing dikota ini. Kadang-kadang saya berpikir mengapa kota secantik Lisbon tidak mendapat perhatian wisatawan Asia? Mungkin kota Lisbon terletak terlalu ke Barat berakibat beliau keluar menurut jalur kota wisata Eropa yang lain. Kebanyakan agen tur di Indonesia dan Malaysia hanya menawarkan paket wisata buat ke beberapa negara Eropa saja. Tujuan Eropa yang terkenal adalah 4 negara yaitu Inggris, Perancis, Belanda dan Belgia. Ketika saya mengujungi Brussel yang terbaru saya bertemu menggunakan 2 butir bus yang membawa wisatawan menurut Indonesia. Rute biasa mereka adalah udara menurut Jakarta ke London dan kemudian ke Paris, Brussel dan terus ke Amsterdam. Dari Amsterdam pulang ke Jakarta. Ada jua yang menawarkan paket yang lebih mahal menggunakan mamasukan Swiss dan Italy. Tetapi jarang paket wisata yang memasukan Lisbon sebagai tujuan utama. Oleh itu sangat sulit menemukan rakyat Asia di Lisbon dibandingkan kota lain seperti Barcelona, London dan Paris. Transporatsi umum di Lisbon mengintegrasikan layanan metro dan Carris (bas, tram dan elevators). Tiket 24 jam hanya berharga 3.75 dan dapat dipakai tanpa batas disemua layanan Carris dan Metro. Periode 24 jam dihitung mulai menurut kali pertama tiket itu dipakai. Harga tiket ini lumayan murah jikalau dibandingkan menggunakan kota Eropa yang lain. Oleh sebab bentuk muka bumi Lisbon yang berbukit, maka tersedia layanan elevator. Elevator yang terkenal adalah Santa Justa Elevador yang terletak ditengah-tengah kota Lisbon. Bentuknya seakan-akan Eiffel Tower dan memakai besi baja sepenuhnya. Sebenarnya elevator ini di direkebentuk sang murid Gustav Eiffel yang mulai dipakai kepada tahun 1902. Saya sangat tertarik menggunakan tram di kota Lisbon yang masih mempertahankan fitur-fitur orisinal. Tram pertama kali diperkenalkan di kota ini kepada tahun 1873. Walaupunpun nampak tua, beliau begitu kuat naik dan menuruni rute yang berbukit-bukit. Permandangan yang jarang Knda lihat dikota-kota Eropa yang lain.

Terlalu banyak tempat menarik dikota Lisbon dan wisatawan membutuhkan setidaknya 3 hingga 4 hari buat menikmati kota tua ini. Selain itu, stamina yang kuat jua harus muncul sebab kota ini yang berbukit membutuhkan tenaga yang banyak. Salah satu atraksi turis di atas puncak bukit adalah Parque Eduardo VIII. Nama ini diambil sempena nama Raja Inggris King Edward ke VII ketika kunjungan beliau ke Portugal kepada tahun 1903. Knda dapat melihat Marques de Pombal dan Samudra Atlantik menurut puncak bukit itu. Ada layanan metro kesini menurut pusat kota dan Knda harus berhenti di stasium Marques de Pombal dan kemudian berjalan mendaki puncak ini menggunakan taman-taman yang manis disepanjang jalan. Satu lagi tempat yang perlu dikunjungi adalah Feira da Ladra atau dikenal Pasar Perampok atau Thieves Market di daerah Alfama. Pasar ini disebut pasar para perampok sebab kebanyakkanya barang yang dijual adalah akibat rampokan. Pasar ini telah muncul sejak abad ke 12 dan lokasinya bersebelahan menggunakan Igreja de So Vicente de Fora berwarna putih dan Knda mampu melihat permandangan Sungai Tagus yang membiru menurut sini. Dikatakan suatu waktu dulu tempat ini adalah pasar para perampok menjual akibat rampokan mereka namun sekarang beliau adalah pasar legal menjual barang bekas yang terkenal. Ia beroperasi setiap hari Selasa dan Sabtu. Barang yang dijual adalah berbagai termasuk CD, VCD, barang palsu, antik, t-shirt, keramik, barang listrik dan bermacam-macam lagi. Tempat ini sebagai tujuan terkenal buat pemburu barang antik. Saya membeli sehelai shaf klub sepakbola ternama Portugal yaitu Benfica menggunakan harga 5 Euro dan beberapa rantai kunci buat sevounir. Layanan tram No 28 tersedia buat para wisatawan yang mampu dinaiki menurut stasiun Cais Sodre. Tidak jauh menurut Feira de Ladra adalah Castelo de Sao Jorge yang jua terletak di puncak bukit di daerah Alfama. Kota ini pernah ditaklukkan sang tentara Muslim terutama bangsa Barbar dan Arab menurut Afrika Utara dan Timur Tengah kepada 711. Ini berarti Islam bukan saja pernah berkuasa di selatan Portugal yaitu di daerah Argarve di Faro namun jua hingga ke bagian tengah. Masih muncul arkeologi peradaban Islam dikota ini dan sejarahnya di pamerkan di dalam museum di dalam kota ini. Pada dikala itu muncul banyak masjid didirikan di kota Lisbon. Pemerintahan Islam bertahan hingga tahun 1108 dan kemudian kota ini ditawan sang tentara Norwegia. Nama-nama yang bercirikan Arab terdapat di Lisbon. Misalnya, Alfama yang berarti Al-Hamma. Ketika saya mengantri buat membeli tiket buat memasuki kota ini, satu pasangan bule asyik memperhatikan saya. Saya pikir mereka mungkin aneh melihat saya orang Asia yang memang jarang ditemukan di kota Lisbon. Seolah-sang orang Asia terlihat esotik buat mereka. Setelah memasuki kota itu, saya betemu lagi menggunakan pasangan bule itu lalu si pria itu menyapa saya menggunakan ungkap 'Selamat Siang!'. Lalu saya terpikir bagaimana bule Jakarta mampu tersesat di Lisbon. Pasangan itu berasal menurut Prancis dan mempunyai usaha diving dan snokerling di Menado. Mereka berdua sangat kenal menggunakan fitur orang Asia Tenggara dan menurut awal telah menebak saya orang Melayu yang mungkin menurut Malaysia atau Indonesia. Tebakan beliau memang benar dan kami ngobrol sebentar dan beliau bercerita wacana usaha dan beliau datang ke Lisbon buat liburan. Beliau mengajak saya datang ke Menado. Harap-harap saya mampu snokerling gratis di Bunaken Island yang dikatakan antara tercantik didunia. Kami hanya sempat bebicara sebentar dan kemudian membawa diri masing-masing buat menikmati kota bersejarah ini. Kota ini masih kokoh seperti dulu dan muncul sebagian menurut benteng ini dapat di naiki sang wisatawan. Dari kepada benteng ini akan kentara kelihatan Samudra Atlantik disebelah selatan dan kota Lisbon yang berbukit-bukit di sebelah utara. Kota ini memang startegik dalam menghadapi musuh yang datang menyerang menurut arah bahari dan jua darat.

Kemudian saya melanjutkan perjalanan di kota ini menggunakan tram ke tepi Sungai Tagus menggunakan melalui jalan-jalan sempit dan permandangan indah disepanjang perjalanan termasuk Jembatan 25 de Abril. Tujuan berikutnya adalah Belem dan Discoveries Monument. Belem adalah sebuah benteng yang dibangun kepada tahun 1515 buat mempertahankan kota Lisbon menurut serangan musuh. Kini Belem diakui sebagai Unesco World Heritage Site. Sebelah Belem terletak Discoveries Monument yang dibangun kepada tahun 1960 sempena memperingati 500 tahun kematian King Henry the Navigator. Aktivitas penjelajahan mendapat dukungan akbar ketika pemeritahan King Henry. Tugu-tugu seperti King Manuel I, Poet Luis Camoes, Vasco de Gama, Magellan dan beberapa tokoh terkenal Portugis jua mengisi sebagian monument ini. Saya jua sempat mejejaki sebuah dataran mini yang dibangun spesifik buat memperingati bekas jajahan Portugis yaitu Melaka. Dataran ini di beri nama Placa de Malaca terletak tidak jauh menurut Discoveries Monument. Saya harus berjalan kaki hampir setengah kilometer buat hingga ke sini. Sebenarnya terlalu banyak hal menarik yang mampu dipandang dikota Lisbon yang mempunyai sejarah panjang. Kota ini pernah dijajah sang orang-orang Roman, kemudian sebagai sebagian wilayah Islam dan berada dipuncak kegemilangan di zaman pertengahan melalui ekspedisi penjajahan dan perdagangan di timur dan barat. Kini, kota ini semakin dilupakan dan kalah bersaing menggunakan kota Eropa lainnya seperti London, Paris dan Roma.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here