Lima Hal Menarik Dari Negeri Van Oranje

0
336
Negeri Van Oranje
Negeri Van Oranje

Sugeng sonten, gais. Kumaha damang?

Pertama-tama, kenapa NEGERI VAN ORANJEdalam judul saya tulis italic? Ya, sahih (emang siapa yang jawab!). Karena saya bukan bermaksud menyebutkan betapa menariknya Negeri Van Oranje. Kawan, kalian niscaya sudah memahami kan apa itu Negeri Van Oranje? Bukan. Bukan yang sebelah selatannya Semarang Selatan.

Nah, itu iya.. Belanda. Alias dutch, alias Holland, alias negeri kincir angin, alias Londo, alias kompeni, alias yang bukan mau dibahas dalam sini tapi keseret-seret maupun!

Oke, eksklusif saja.. tujuan saya menuliskan cetak miring adalah supaya anda tidak keliru paham. Karena Negeri Van Oranje merupakan judul novel. Biar anda nggak dimarah-marahin dosen pas presentasi gara-gara lupa meng-italic-kan judul kitab. #pengalaman

Jadi, Negeri Van Oranje adalah sebuah novel yang menceritakan persahabatan lima orang mahasiswa yang kuliah dalam Belanda. Mereka menggunakan background yang pastinya tidak sama & maupun beda alamamater jua (nah lo, ketemu dalam mana?), berkumpul & menciptakan sebuah geng yang dari sana lahir banyak cerita. Secara holistik novel ini membahas kehidupan intelektual marginal (ungkap disponsori oleh alur hidup memprihatinkan para tokoh) yang penuh petualangan mengesankan. Persahabatan kental antara 4 cowok & 1 cewek dalam Negeri Van Oranje, dibumbui kisah cinta minimalis yang sedap, mengakibatkan citra tersendiri bahwa pemikir pun punya cerita yang bukan sekadar urusan akademis. Perpaduan proporsional tersebut kemudian dikemas dalam kotak bahasa yang yummmyy (hey, kok jadi kayak kuliner!).

Tapi dalam sini saya hanya akan membahas lima hal menarik dari Negeri Van Oranje. Bukan resensi sistematis yang berusaha menarik minatmu buat datang ke toko kitab Lalu beli. Iya kalau menarik. Kalau jadinya malah kaku? Karena, saudara-saudara, andai kau memahami betapa menulis sistematis itu bentuk tekanan batin dalam membisu. Harus sinkron eyd-lah, format kudu kentara, deskripsinya wajib masuk logika & pake tinjauan referensi, belum kalau tiba-tiba ada yang teriak dalam depan mukamu INI ESENSINYA APA?? Kamu semester 7 sudah dapat teknik penulisan sama metode penelitian belum sih!

gERRRrrrr

Ya begitulah saudara-saudara, yuk kita bicara perihal subtansi saja. Karena sejatinya, pendahuluan itu cuma basa-basi & ya ampun. Hentikan ketidakjelasan iniiiii.

Oke, check it out.. lima Most favorite things that I love from Negeri Van Oranje:

1. Informasi Study Abroad, Life Abroad

Jelas keliru satu keunggulan novel ini yang tidak dimiliki novel lain adalah referensinya mengenai hidup dalam luar negeri. Lengkap, nyaris seperti kitab panduan. Terutama bagi anda yang mau sekolah ke Holland raya sana. Mau Info hiburan mahal, hiburan murah, hiburan murah percuma & buang waktu? ada. Kiat belanja sehari-hari, mingguan, bulan bahkan seumur hidup? Ada. Info belanja maupun meliputi harga, toko & barang-barang cantik maupun halal. Mau cari biaya tambahan lantaran beasiswa kurang, atau malu minta duit sama emak (maksudnya lantaran emaknya maupun nggak punya duit) tenang, & jangan keburu jual diri dulu. Ada info perihal kerja part time, full time sampe rodi yang pengaruh sampingnya menurunkan berat badan & mengurangi waktu belajar. Sampai-hingga kiat jitu buat jadi pelajar teladan pun ada. Bahkan nyampe 7 halaman sendiri. Gilaaaa, kurang baik apa coba pengarangnya. Bikin fiksi sekaligus panduan yang menghibur & membuatmu bertahan hidup dari rongrongan harga mahal dalam Belanda.

Maka, kitab ini saya labeli Ultra Highly Recommended. Baca Negeri Van Oranje sebelum ngerantau ke Belanda sama wajibnya kayak minum air setelah makan. (Daripada seret dalam jalan, gais.)

2. Fakta

Menurut teori Sastra, fiksi adalah cerita fitnah yang kendati mimetis tidak dapat disepadankan menggunakan kehidupan konkret.

Sumpahhhhh. Saya nggak percaya banget sama teori itu, gais. Pasti pengarangnya berkaca dari pengalaman konkret & berniat mengembangkan ilmu tanpa wajib sistematis. Dengan baca Negeri Van Oranje, anda bakal manggut-manggut lantaran kehidupan luar negeri tidak selamanya manis. Kelihatannya sih beruntung tingkat dewa orang yang dapat beasiswa ke luar negeri (Walaupun dalam lihat dari seluruh sisi, emang beneran beruntung). Senangnya memang banyak, tapi susahnya? Wuihhh.. jauh lebih banyak. Termasuk perjuangan menerima beasiswa, bertahan hidup & lulus dari penjara bernama tesis.

Bagi anda yang ingin Study abroad, plis, jangan cuma terbuai sama testimoni & motivasi. Anda perlu berbekal fakta bahwa dalam balik kemegahan status mahasiswa acara magister, ada kesulitan akademik & non akademik yang naudzubillah. Contohnya ketika tokoh Banjar yang teratur tidak berdaya ketika Shit Happens: laptopnya permanently shutdown, padahal nggak ada back up data, hardisk recovery kelewat mahal ditambah musibah hilangnya banyak sekali rough data file plus 2 giga foto narsis selama dalam Eropa. Sementara ada 3 dokumen yang wajib cetak, deadline proposal tesis & 2 final paper.

Tapi nggak perlu parno. Negeri Van Oranje maupun memberikan hal-hal manis yang berbanding terbalik menggunakan kesulitan-kesulitan tadi. Jadi semacam 2 sisi mata uang, Negeri Van Oranje memberikan fakta getir sekaligus manis setingkat penyebab diabetes mellitus. Kesulitan berbanding terbalik menggunakan kemudahan. Dan justru itu, Negeri Van Oranje seolah menghimbau pembaca buat memperlakukan mimpi seperti semboyan Nike:

IMPOSSIBLE IS NOTHING!

3. Persahabatan

Di daerah yang tak satu pun orang adalah keluargamu, dalam negeri yang mata uangnya jauh melampaui harga mata uangmu, apa yang lebih berharga selain sahabat? Nggak ada, gais. Sahabat emang nggak ada matinya. Dan dalam rantau, mereka orang yang paling terkejut sekaligus berduka kalau anda mati (Astaghfirullah, jangan praktek ya, sedihnya beneran mitra).

Persahabatan sama halnya koneksi, bersifat maha krusial bagi anak rantau. Ini menentukan tingkat kebetahanmu dalam tanah rantau, gais. Bahkan terkadang koneksi memudahkan seseorang dalam mengakses sesuatu. Tapi koneksi dalam sini bukan berarti anda bisa KKN (Kuliah Kerja Nyata, eh bukan, Korupsi, Kolusi & Nepotisme). Ingat, meski birokrasi Belanda belibet, beliau nggak mata duitan kayak Indonesia. So, jangan coba-coba nyuap atau nerobos antrian, itu malu-maluin bangsa.

Di Negeri Van Oranje, tema mayor yang menonjol adalah persahabatan. Digawangi oleh tokoh Daus, Banjar, Wicak, Lintang & Geri, lima sekawan menggunakan karakter tidak sama-beda menciptakan Negeri Van Oranje nggak monoton. Daus yang idealis tapi polos, Wicak yang nasionalis tapi songong, Lintang yang mempesona tapi lugu, Banjar yang tengil tapi kasar (lah, nggak ada bagus2nya), the last, Geri yang tampan, kaya raya & nggak ada tapinya. Eh, ada ding & Tapi-nya Geri parah banget. Mau tau? Baca sendiri yaa

Persahabatan mereka didukung oleh cinta banyak segi. Kocak namun penuh konflik. Berkat Negeri Van Oranje saya sadar, bahwa memang pria dari alam bawah sadar sudah begitu: suka memperebutkan perempuan menggunakan cara yang tidak prinsipil. Karakter tokoh yang kontras maupun sedikit banyak memperkuat pemahaman saya bahwa perempuan wajib punya iman. Maksudku, cowok tampan, baik plus tajir memang segalanya, tapi segalanya itu nggak bermakna kalau beliau bahkan tidak memiliki satu hal saja: kesejatian.

Jadi lebih baik setia sama satu orang dalam hatimu. Sama beliau yang anda nggak memahami siapa, tapi bahkan anda rela nunggu tanpa menghitung bilangan waktu. Semua demi keyakinan. Seperti ungkap Dee Carilah orang yang nggak minta apa-apa, tapi anda ingin memberi segalanya.

Tuhkan ngelantur.

Tapi secara awam pengarang punya pandangan luas perihal makna sebuah korelasi. Egaliter, tidak menghakimi & yang terpenting, nrimo. Maka dalam urusan per-lintang-an dalam antara 3 cowok Aagaban, wicaklah yang menang lantaran beliau nrimo. Nggak mudeng? Makanya baca. Hehe.

4. Bahasa

Karena sastra adalah produk bahasa, nggak mungkin anda baca tanpa memperhatikan bahasa & cara pengungkapannya. Menurut saya pribadi, novel cantik bukanlah karya yang mengangkat tema serius, tapi novel menggunakan bahasa melenakan hingga pembaca nggak sadar itu krusial atau tidak. Yang krusial baca aja & ada manfaatnya.

Pertamanya, Negeri Van Oranje terlihat biasa lantaran bahasa yang dipakai nggak nyastra. Namun tanpa disadari, yang dipercaya biasa itu ternyata mampu memprovokasi mata buat lanjut ke halaman-halaman berikutnya. Lebih jauh, pembaca bahkan hingga ketawa-ketiwi sendiri yang berarti beliau telah menikmati. Di luar kasus efektivitas, bahasa novel Negeri Van Oranje sangat komunikatif. Kocak tapi mempesona, penuh ungkap borjuasi intelek tapi terkadang ndesone mendasarrr sebuah kompleksitas yang menciptakan saya penasaran, Pengarang Yth, ini maksudnya apa ya?? Anda keren tanpa bermaksud keren.

Hmm.. mungkin pengaruh nulis keroyokan. FYI, Negeri Van Oranje ditulis oleh 4 orang: Wahyuningrat, Adept Widiarsa, Nisa Riyadi, Rizki Pandu Permana.

Secara holistik, saya suka pake bangetnya yang level 10, novel ini bukan saja keren secara subtansi tapi maupun kemasannya.

lima. Isu dalam Cerita

Negeri Van Oranje maupun mengandung gosip tidak sederhana yang inspiratif namun dalam satu sisi menyulut kejengkelan. Ada aksi birokrasi yang aristokratis tapi kadang-kadang nggak mutu, masa studi banding ke perusahaan coklat aja pake bawa 20an orang, pake travel lagi. Itu studi banding apa legiun perang??!! Belum pas diajak diskusi sama kepala PPI (persatuan pelajar Indonesia), mereka-mereka eksklusif ngacir menggunakan dalih rapat urgen, padahal dalam rundown nggak ada. Piye perasaanmu?

Demikian tipikalnya birokrat alias orang pemerintahan alias PNS dalam mata mahasiswa Indonesia dalam Belanda, formalitas tanpa integritas. Membuat para penerus bangsa yang secara genetik cerdas-cerdas itu enggan balik ke Indonesia, & menunjuk menjadi budak preman atau mengembangkan pengetahuan dalam Negara orang. Karena balik  ke Indonesia itu sendiri adalah pertarungan dilematis: Pulang nggak dipercaya (salah2 jadi pecundang) kerja dalam pemerintahan pun makan ati, nggak balik  dikira nggak memahami diri.

Dalam gosip dilematis itu muncul tokoh Daus (PNS Depag), si idealis nan polos tersebut mencoba mengatakan prinsipnya. Bahwa meski moral birokrat Indonesia sulit diperbaiki, bukan mustahil satu orang menciptakan disparitas. Semacam mendobrak intervensi. Jangan menunggu lahirnya bukti bahwa PNS berintegritas, tapi jadilah bukti itu sendiri.

Lagi, Negeri Van Oranje menceritakan wisata Eropa yang terkenalll.. ada mannekeun pis (patung cupid mungil pipis dalam Belgia), Pegunungan Alpen de-el-el. Tapi lewat keliru satu tokoh, yakni Banjar (kalau nggak keliru), miris menggunakan wisata Indonesia yang waw namun nggak terekspos. Jangankan oleh turis mancanegara, turis domestik aja entah. Bahkan Borobudur saja sudah bukan keajaiban global, ini kementrian pariwiasata pegimane? Padahal kalau boleh dibandingkan, patung Arjunan Wiwaha bisa jauh lebih gagah & berwibawa dibanding Mannekeun Pis.

Isu-gosip dalam atas bukan sekadar pemahit cerita atau buat nambah2 halaman saja. Tetapi maupun kenyataan yang membuka mata pembaca Indonesia, tanah air beta pusaka kekal nan jayanya masih butuh orang pinter yang bermoral & (tentu saja) komit. Saya sih konfiden orang pinter dalam Indonesia bejibun, sebagian dari mereka maupun bermoral, tapi ketika menjadi pemegang kekuasaan & pembuat kebijakan komitmen merekalah yang dipertanyakan.

Demikian lima hal menarik dari Negeri Van Oranje yang nggak ada dalam novel-novel lain. Sampai detik ini saya masih merekomendasikan menggunakan status Ultra High Recommended bagi yang mau sekolah ke Eropa, especially Holland. Bagi yang tidak pun saya tetap merekomendasi. Minimal kecipratan semangat belajarnya.

Sekian. Selamat membaca 🙂

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here