Menentukan Titik Rapuh Sebuah Logam
Pernahkah mendengar kisah penyebab tenggelamnya kapal Titanic kepada tanggal 10 April 1912? Beberapa temuan membuktikan bahwa sudah terjadi kesalahan dalam pemilihan material. Material baja dan paku keling yg dipergunakan sebagai dinding kapal dan penyambung, tidak cukup kuat menahan benturan gunung es kepada suhu minus 2 derajat celsius. 

Begitu juga menggunakan persenjataan perang pasukan Hitler waktu perang melawan Rusia kepada tahun 1941 -1942. Senjata tangan sebagai rapuh dan artileri macet alasannya baut dan jarum penembaknya patah alasannya kondisi cuaca waktu perang tersebut terjadi kepada trend dingin menggunakan temperatur -10 hingga -30 0C di bawah nol derajat celcius yg membuahkan pasukan Jerman menderita kekalahan yg sangat fatal.

Pada temperatur dingin, di bawah nol derajat umumnya logam gampang rapuh atau brittle. Untuk melihat ketangguhan sebuah logam kepada temperatur rendah harus dilakukan pengujian kejut (charpy impact). Pengujian yg dilakukan ternyata memperlihatkan temperatur transisi dari patah giat ke rapuh material baja yg dipergunakan sebagai pelat dinding Titanic ialah 32 0C sedangkan bila dibandingkan menggunakan baja terbaru ASTM 36 yg mempunyai komposisi kimia yg mendekati sama menggunakan baja Titanic temperatur transisinya ialah -27 0C sebagaimana yg diperlihatkan kepada Gambar 1 yg bersumber dari tulisan Katherine Felkins dkk, The Royal Mail Ship Titanic: Did a Metallurgical Failure Cause a Night to Remember?

                                                                       Gb. 1. Temperatur Transisi Patah Ulet dan Brittle ASTM 36 dan Titanic

Dengan demikian baja Titanic sangat rentan atau lemah bila dipergunakan kepada temperatur rendah, dimana bila ditinjau perpatahannya ialah patah rapuh atau brittle mirip yg diperlihatkan kepada Gambar2. Patah rapuh baja Titanic terlihat tertentu terbelah dua menggunakan sedikit deformasi, dibandingkan menggunakan baja terbaru yg tidak tertentu terbelah dua namun terdapat bagian yg bengkok dan menyatu giat waktu dihantam mata pendulum indera uji kejut (impact).

                                                                       Gb. 2. Patah Rapuh Baja Titanic dan Patah Ulet Baja Modern

Kekalahan Jerman melawan Rusia kepada waktu trend dingin selain fisik yg menurun tajam, juga disebabkan senjata logam gampang rusak alasannya rapuh, poly senjata yg tidak berfungsi waktu akan dipergunakan buat menembak lawan. Seperti halnya menggunakan kapal Titanic, material logam akan rapuh kepada waktu dipergunakan di tengah cuaca yg dingin. Oleh karenanya belajar dari pengalaman material yg ketangguhannya berkurang waktu dipergunakan kepada temperatur rendah, pengujian impact sangat diperlukan. Bahkan beberapa standar mirip ASTM, API, ASME dan JIS mempersyaratkan bahwa setiap pabrik yg menghasilkan bejana tekan, pipa dan konstruksi harus melakukan pengujian impact.

 PT Ostenco Promitra Jaya, sebagai pemasok indera-indera pengujian laboratorium menggunakan merek Hung Ta asal Taiwan, menyediakan indera uji Impact diantaranya HT-8041A Charpy Impact Testing Machine dan HT-8041B IZOD Impact Testing Machine sebagaimana yg diperlihatkan kepada Gambar tiga. Perbedaan dari kedua jenis uji kejut ini ialah dari posisi letak sampel. Untuk uji charpy, benda uji diletakkan secara mendatar (horizontal), sedangkan buat izod, posisi sampel diletakkan tegak (vertical) menggunakan satu sisinya saja yg dijepit. Gambar tiga. memperlihatkan juga disparitas posisi uji impact.

                                                                                       Gb. tiga. Alat Uji Impact Charpy dan Izod

Pengujian kejut (impact) yg dilakukan terhadap material logam menggunakan simulasi suhu lingkungan kerja yg tidak sinkron-beda akan diperoleh titik peralihan kekuatan rapuh dan uletnya mirip yg digambarkan kepada Gambar 1. PT Ostenco Promitra Jaya sudah berkomitmen buat dapat mempersiapkan indera pengujian yg dapat membantu dalam pemilihan material logam yg berdasarkan menggunakan temperatur kerjanya yaitu berada jauh di atas titik rapuhnya. *)3juli17, email: djodi@ostenco.co.id

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here