Perihal Rasa & Asmara

0
1263

Perihal Rasa & Asmara
Rasa artinya sesuatu yang wajib dimiliki manusia, sebab mau bagaimanapun setiap motilitas-gerik tingkah laris kita dalam berbuat absolut menggunakan rasa, ataupun jikalau menyangkal. Mau nir mau secara otomatis rasa akan terdapat dan inheren begitu saja kepada diri kita. Terkait asmara, beliau artinya hal yang wajib bagi 2 insan yang sedang mesra, dimana rindu bercampur dalam nuansa sendu, tawa dalam canda artinya pemicu senang yang akan menjurus kepada arah kebahagiaan.

Keduanya saling keterkaitan. Sama halnya Matahari terbit kala pagi hari dan terbenam kala sore hari, keduanya hampir sama, sama-sama memancarkan sinar, hadirkan kenyamanan dan ketentraman. Bahkan tak jarang keduanya sama-sama terlihat jingga menyala keemasan. Bedanya artinya terbitnya matahari artinya pertanda hari akan segera dimulai, terbenamnya matahari artinya pertanda bahwa hari akan segera di akhiri.

Di satu sisi, masa sekarang memang terlalu poly muda-mudi yang tengah terhimpit dalam sekelumit perasaan kepada lawan jenisnya, entah di tengarai sebab pandangan pertama, atau senyum manisnya, atau hobby yang sama atau mimpi yang sama, atau apapun yang menurutnya kecenderungan artinya sesuatu yang menunjuk kepada baiknya sebuah hubungan. Menurutku asmara akan baik-baik saja jika kita menakar seperlunya, memberi porsi padanya sinkron dengan kemampuan kita, mengisinya kala dikala memang sedang santai-santainya, kala kesibukan bukanlah mitra sehari-sehari berkegiatan.

Menyoal asmara memang rumit di rasa, terdapat fase dimana kita mencicipi sedang buncah-buncahnya, terdapat fase maupun dimana kita merasa biasa saja, hingga kepada fase kita merasa ini hanyalah semu belaka. Semua itu memang proses yang wajar, tetapi terdapat baiknya kita memahami bahwasanya asmara tak melulu untuk di bicarakan dan di dengung-dengungkan. Cukup di jaga dan dirawat dalam dada dengan sepenuh jiwa dan raga, kelak semesta akan di perintah sang Penciptanya untuk mewujudkan mimpi dengan.

Asmara boleh marah jika terlalu poly di lenakan sang mudahnya seseorang melupakan atau meninggalkan pasangan yang telah lama berada dalam hidupnya, boleh pula menangis kala dirinya tak di beri porsi sedikit pun. Sebab, asmara poly baiknya jika kita saling memahami, mengerti dan mempunyai visi dan misi yang sama.

Sudah, jangan terlalu larut memikirkannya. Yang absolut manusia harus mempunyai rasa, terutama rasa iba kepada mereka yang kesusahan, mereka yang keterbatasan, mereka yang nir mampu, dan mereka yang hidupnya menderita. Semoga rasa dan asmara selalu terawat dan menyampaikan makna yang begitu mengena kepada tiap-tiap kita yang menghargainya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Perihal Hukum dan Rasa Kemanusiaan
Untukmu, My Dear Sweethearted Friend
Sebuah Kebetulan Atau Mungkin Itu Memang Cara Tuhan Mempertemukan
Aku (Ingin) Menunggu, Walau Ini Tidak Mudah
Passion dan Cinta, Serta Karir dan Asmara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here