Perjalanan ke Jepang Berapa Budgetnya dan Bagaimana Persiapannya

0
640

Perjalanan ke Jepang Berapa Budgetnya dan Bagaimana Persiapannya

Image source: http://aveliansyah.files.wordpress.com/2011/10/thai.jpg

Ketika orang-orang mendengar saya memutuskan Jepang sebagai pilihan honeymoon, maka komentar pertama mereka adalah, Jepang mahal banget loh! Makan mahal, transportasi mahal. Naik taksi ke mana-mana biar jarak dekat bisa beberapa juta. Belanja barang-barang apapun mahal. Yakin nggak mau ke Korea aja?. Yah memang Jepang identik dengan Negara mahal, walaupun JPY 1 = IDR 110,00. Hampir semua orang juga menyarankan saya untuk berangkat dengan tour saja karena akan jauh lebih murah, sedangkan saya adalah tipe orang yang senang jalan sendiri karena lebih bebas mengeksplor sekaligus akan belajar jauh lebih banyak apabila pergi sendiri. Tentu saja pendapat banyak orang tetap kami pertimbangkan, namun pada akhirnya kami (saya dan suami) memutuskan untuk tetap pergi sendiri.

Persiapan yang harus dilakukan dari Indonesia jika ingin pergi ke Jepang relatif lebih banyak dibandingkan dengan pergi ke Negara lain (sebagai antisipasi faktor mahal di sana). Saya akan mencoba membuat beberapa poin yang harus dipersiapkan berikut ini :

1. Visa Jepang

Bagi pemegang e-passport, tidak perlu kuatir karena Jepang sudah memberlakukan bebas visa bagi kalian. Cukup download form di website japan embassy, isi, print, dan drop di kedutaan Jepang, dan voila! Sehari jadi visanya (berupa cap), tidak perlu membayar apapun, dengan masa berlaku 3 tahun. Berhubung saya masih pemegang passport biasa, maka saya harus mengajukan permohonan visa. Kelengkapan dokumen yang dibutuhkan standard saja : form yang bisa diisi di website japan embassy (ketik keyword ini di google, gampang sekali menemukan websitenya), setelah diisi (hanya bisa diisi online yah, ga bisa disave dulu nanti baru diisi dan diprint!) lalu diprint, sertakan pas foto ukuran 4,5×4,5 cm (tukang foto tau kok, bilang saja mau bikin visa Jepang) 2 lembar, fotokopi KK (apabila biaya masih dijamin orangtua), KTP, bukti booking tiket (ga perlu issued dulu kok), dan fotokopi rekening koran 3 bulan terakhir. Antri dan drop di kedutaan (harus drop sendiri), tunggu 3 hari dan visa sudah dapat diambil. Biaya sebesar IDR 320.000 dibayar ketika visa diambil, dan konon per tanggal 1 April 2015 harganya naik jadi IDR 330.000. Visa berlaku hanya 3 bulan dengan masa tinggal 15 hari per masuk.

2. Tiket pesawat

Saya pergi menggunakan maskapai ANA (All Nippon Airways). ANA ini dapat dibooking di counter Garuda Indonesia Airways karena mereka bekerjasama. Saya cukup merekomendasikan berangkat dengan ANA jika ingin ke Jepang karena penerbangan ke Narita-nya direct flight selama 6 jam, jadi tidak terlalu lelah karena tidak ada transit. Dapat 1x meal dengan pilihan western atau Japanese style (lengkap dengan jumlah kalori masing-masing menu =D ), 1x snack, dan pramugari yang sepanjang perjalanan terus-menerus menawarkan minuman (termasuk Asahi dan wine loh! Mantap kann). Pesawatnya juga berjenis boeing dengan posisi duduk 2-4-2, jendelanya tinted glass, dilengkapi dengan monitor di tiap kursi jadi bisa nonton atau dengar lagu. Take off dan landingnya sangat smooth! Jujur saja, ketika membeli tiket ke Jepang, waktu saya sudah termasuk mepet. Saya membeli tiket kira-kira 3 minggu sebelum keberangkatan, tadinya ingin berangkat ke Tokyo Narita dan pulang dari Osaka KIX. Tapi berhubung ini pergi sendiri jadi kami mencari yang paling ekonomis, jadilah kami pulang pergi ke dan dari Tokyo Narita, dari tgl 7-16 Mei. Sudah lewat musim sakura dan sebelum waktu liburan sekolah anak-anak, kami masih mendapat harga yang ekonomis walaupun beli tiketnya mepet. Harga ANA ini jauh lebih murah ketika saya membandingkan dengan GIA. Ketika ke counter GIA, salesnya akan mencarikan tiket GIA terlebih dulu, maka itu langsung saja bilang kalau ingin membooking yang ANA.

3. Moda transportasi selama di Jepang

Saya adalah tipe orang yang apabila bepergian ke suatu negara, tidak puas hanya bila mengunjungi 1 kota saja. Sedangkan saya sudah mengecek di website, harga shinkansen sekali jalan mahal sekali! Kota-kota yang ingin saya kunjungi selama di Jepang adalah : Tokyo, Osaka, Kyoto, Nara, dan Hiroshima. Tokyo-Osaka itu harganya sekitar IDR 1.200.000 apabila dikurs, sekali jalan, 1 orang! Osaka-Kyoto atau Kyoto-Nara pun harganya sekitar IDR 500.000-600.000 belum termasuk subwaynya. Kyoto-Hiroshima bertarif kurang lebih IDR 1.000.000 sekali jalan, sedangkan Hiroshima-Tokyo bertarif IDR 1.200.000 sekali jalan (saya masih harus kembali ke Tokyo di hari terakhir karena pesawat pulang saya dari Narita).

Solusi masalah transportasi di sana adalah dengan JR Pass. JR Pass ini hanya bisa dibeli di luar Negara Jepang, oleh non-Japanese passport holder, dan oleh turis yang sudah memiliki visa Jepang. Tempat belinya di Jakarta ada di HIS Dharmawangsa Square atau di HIS Mid Plaza Sudirman (Mid Plaza 1 Building, BS 1st Floor, Jl. Jend. Sudirman Kav 10-11, PH : 021-57952052). Di HIS ini bisa sekalian membeli tiket masuk ke Disneyland/Disneysea dan Universal Studio Japan (untuk tiket Ghibli Museum dibeli langsung di Jepang, biasa dijual di Lawson). Harganya tergantung masa berlakunya, JR Pass ada yang berlaku untuk 7 hari, 14 hari, dan (sepertinya) ada yang untuk lebih lama lagi. Saya hanya pergi 9 hari, jadi saya memutuskan untuk membeli yang untuk 7 hari (tidak mesti diaktifkan langsung setibanya di Jepang, tapi apabila ingin diaktifkan langsung dapat diaktifkan di bandara di counter JR). Sebenarnya JR Pass ini tidak otomatis mengcover semua biaya transportasi selama di sana, karena JR Pass hanya berlaku di perusahaan transportasi JR (shinkansen, subway, bus, dan ferry). Yang perlu diketahui, perusahaan transportasi di Jepang masih ada di luar JR, seperti Metro atau Keisei (jadi pada transportasi dari perusahaan lain, JR Pass tidak dapat digunakan). Apabila ingin bepergian ke banyak kota, maka menggunakan JR Pass sangat menguntungkan karena JR Pass mengcover shinkansen Apabila hanya ingin berada di 1 kota atau hanya pindah 1 kali ke Osaka, maka akan lebih murah jika membeli karcis perjalanan langsung di tempat saja. Saya mengaktifkan di hari ke-3 di Tokyo Station, ketika akan pindah kota ke Osaka. Untuk mengcover perjalanan dalam kota, apabila berada di region Kanto (Tokyo), dapat menggunakan suica card dan menggunakan icoca card untuk region Kansai (Osaka, Kyoto, Nara, Hiroshima).

Oh iya, JR Pass juga menyediakan Green Pass yang artinya kita boleh mereservasi kursi di dalam kereta nanti. Saya sempat salah masuk ke gerbong Green Card JR Pass, memang jauh lebih nyaman dibandingkan yang regular, kursinya juga lebih besar dan empuk. Namun tentu saja jika membeli yang Green Card harganya akan lebih mahal daripada yang biasa. Gerbong Green Card holder dibedakan dengan yang regular, biasanya yang regular berada di gerbong depan (1-5 atau 1-3 tergantung jurusan shinkansennya), jadi jangan sampai salah naik gerbong ya! =D

4. Internet

Berikutnya adalah masalah internet. Menurut saya, internet is a must bila ingin bepergian sendiri ke Jepang karena orang Jepang tidak terlalu mahir berbahasa Inggris. Internet sangat membantu saya selama di sana dalam mencari jalan maupun rute perjalanan. Paling ekonomis menurut saya adalah menyewa pocket wifi karena 1 device itu bisa men-supply internet untuk 2-3 devices. Pocket wifi dapat disewa di HIS juga, atau bisa langsung di Jepangnya (di bandara menyediakan penyewaan pocket wifi). Saya baru tahu jika menyewa langsung di Jepang akan lebih murah dibanding menyewa dari HIS Jakarta, tapi ya sudahlah, sudah terlanjur =P. Menyewa di Jepang langsung biasanya harganya standard di mana saja, JPY 50/hari, jadi apabila saya bepergian anggaplah 10 hari, total sewanya JPY 5.000 atau IDR 500.000. Saya menyewa di Jakarta, harganya IDR 710.000 (sekitar JPY 71/hari karena saya 9 hari di sana) dengan kuota 7 GB. Tapi internetnya cepet banget loh! Kalau di hotel, pakai saja wifi hotel jadi bisa hemat kuota J .

5. Hotel

Saya memesan dari www.booking.com, karena bisa bayar on the spot dan free cancellation. Hotel sih tergantung kitanya mau seperti apa. Kalau mau yang nyaman, harganya bisa kisaran IDR 1.000.000-2.000.000 semalam, tapi kalau mau yang biasa-biasa saja, hanya buat tidur dan mandi dan simpan barang, yang IDR 500.000 semalam pun ada kok! Banyak kapsul hotel dengan harga murah-mura di Jepang, atau guest house yang tidurnya pakai tatami itu. Hotel di Jepang rata-rata bersih walaupun kecil. Kalau ingin menginap di ryokan (pemondokan ala Jepang) justru harganya bisa lebih mahal daripada guesthouse/kapsul hotel pada umumnya. Hotel di Jepang mirip dengan hotel di HongKong, mau mahal seperti apa juga kamarnya nggak akan besar-besar amat, karena lahannya memang sempit! Apalagi kalau diisi 2 orang, pasti akan lebih sempit lagi. Tapi kan mau irit ya, mending bujetnya dialihkan buat belanja kan? Hehehe.. Saya sendiri menyewa kamar seharga rata-rata IDR1.500.000/malam karena suami saya ga bisa kalau kamarnya terlalu kecil. Yang penting hanya 1 tips dalam memilih hotel : cari yang dekat dengan subway! Percayalah, lelah loh menggotong-gotong koper dan ransel sambil kelayapan cari hotel hihihi… oh iya kalau bisa cari yang daerahnya banyak kios makan dan convenient store juga, jadi gampang kalau mau beli minum atau onigiri. Berikut adalah daftar hotel yang saya pilih selama di sana :

Best Western Hotel Tokyo(2 malam) : dapat free shuttle to and from Disney area, dapat breakfast, dekat dengan Nishi-Kasai station, banyak tempat makan dan convenient store, staff nya ramah dan lumayan bisa bahasa Inggris.

Harga : JPY 16.960 (IDR 1.800.000) 2 malam

Osaka Bay Tower Hotel (2 malam) : dekat dengan Benten-cho station (JR) dan subway station, pintu masuknya berhubungan dengan department store, dekat dengan convenient store, kamar pengunjung dimulai dari lantai 30, jadi pasti kita dapat pemandangan kota Osaka yang oke (saya kebagian kamar di lantai 47).

Harga : JPY 26.800 (IDR 2.900.000) 2 malam

Green Rich Hotel Kyoto (2 malam) : dekat dengan Kujo station, dapat free onsen buat tamu (terpisah pria dan wanita. Onsennya super enak!!! Saya sampai 3x mandi di sana dan Cuma 1x mandi di kamar hotel hahaha), sebelahnya di hotel Dai-ichi ada resto super enak dan murah (Negitori, is a must!!), dekat dengan Yoshinoya.

Harga : JPY 18.800 (IDR 2.050.000) 2 malam

Sunroute Hotel Hiroshima (1 malam) : dekat dengan Chuda-Mae station electric car, dekat banget sama Peace Memorial Park, dekat sama Hondori (pusat belanja), dapat breakfast di lantai 15.

Harga : JPY 9.600 (IDR 1.050.000) 1 malam

Centurion Residence Hotel (2 malam) : dekat dengan Akasaka-Mitsuke Station, dekat dengan downtown (Ginza line kalau subway), banyak banget tempat makan enak, kalau malam ramee (banyak tempat karoke tapi aman karena di atas jam 12 malam kalau mau keluar hotel musti pake password), dapat breakfast. Suami saya sengaja memilih hotel yang paling lumayan di 2 malam terakhir untuk menikmati liburannya. Hotel ini lumayan mahal karena fasilitas kamarnya mirip seperti jika menyewa apartemen. Di dalam kamar terdapat mesin cuci, dapur mini dengan exhaustnya, dan kamar mandinya tidak sesempit kamar mandi di kamar hotel lainnya.

Harga : JPY 43.000 (4.675.000) 2 malam

Jadi total pengeluaran untuk persiapan ke Jepang adalah sebagai berikut :

Tiket ANA Jakarta-Narita-Jakarta : USD 530 (IDR 6.800.000)

Bagasi 23 kg, airport tax included

Visa : IDR 320.000

JR Pass : JPY 29.110 (IDR 3.165.000) berlaku untuk 7 hari

Saya akan membuat perincian perbandingan apabila menggunakan JR Pass dan tidak dalam itinerary perjalanan saya sebagai bahan pertimbangan apakah perlu/tidak membeli pass ini, karena harganya memang cukup mahal.

Tiket Disneysea : JPY 6.900 (IDR 750.000)

Tiket Universal Studio : JPY 7.200 (IDR 785.000)

Pocket wifi : IDR 710.000

Hotel (9 malam) : IDR 12.475.000

Perlu dicatat bahwa semua kamar hotel ini dapat memuat 2 orang, size ranjang queen size atau bisa minta kamar dengan twin bed sehingga total biaya hotel ini per orang adalah IDR 6.237.500 selama 9 malam.

Total (saya hitung dengan perhitungan kamar hotel untuk 1 orang ya) : IDR 18.767.500

Dengan perhitungan kasar seperti ini, dan tiket masuk ke theme park yang sudah dibeli dari di Jakarta, maka biaya sisanya tergantung lifestyle kalian di sana. Mau makan apa dan di mana, mau pergi ke banyak kota atau tidak, mau belanja banyak atau tidak. Bahkan biaya di atas masih bisa berkurang sampai 30% apabila pilihan hotel kalian lebih murah.

Nah di bawah ini saya akan mencoba membuat perbandingan hemat apabila menggunakan JR Pass dan tidak menggunakan JR Pass :

TANPA MENGGUNAKAN JR PASS

Tokyo-Osaka : JPY 14.250 (IDR 1.550.000)

Osaka-Nara : JPY 710 (IDR 77.000)

Nara-Osaka : JPY 710 (IDR 77.000)

Osaka-Kyoto : JPY 1.450 (IDR 160.000)

Kyoto-Shiga : JPY 620 (IDR 67.500)

Shiga-Kyoto : JPY 620 (IDR 67.500)

Kyoto-Hiroshima : JPY 11.290 (IDR 1.230.000)

Hiroshima-Miyajima Port : JPY 410 x 2 (pp) = JPY 820 (IDR 89.000)

Miyajima Port-Miyajima Island (ferry) : JPY 180 x 2 (pp) = JPY 360 (IDR 39.000)

Hiroshima-Tokyo : JPY 18.620 (IDR 2.025.000)

Total transportasi : IDR 5.382.000

DENGAN JR PASS : all in semua rute di atas IDR 3.1650.00

Bagaimana? Hemat kan dengan JR Pass jika dibandingkan dengan rute yang sama =D. Semoga tulisan tentang persiapan perjalanan ke Jepang ini membantu ya, buat yang lagi mempersiapkan keberangkatannya! Tulisan saya berikut akan membahas kota-kota dan objek wisata yang saya kunjungi selama di sana. Stay tuned!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here