PPI Belanda Ngawur Mengatakan Bendungan Laut Kadaluarsa

0
628

PPI Belanda membentuk siaran pers yg dirilis oleh aneka macam media Indonesia beserta judul

Pelajar Indonesia di Belanda: Reklamasi Pulau di Teluk Jakarta Itu Ide Kuno

 Isi siaran pers di kalimat pembuka:
Mahasiswa Indonesia di Belanda menyebutkan bahwa agenda Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta untuk melakukan reklamasi pulau dan membentuk Giant Sea Wall sebagai bentuk pertahanan pesisir sebagai ide yg ketinggalan zaman dan sudah ditinggalkan oleh negara-negara maju, seperti Belanda.

Baru satu kalimat ini saya sudah tercekat, betapa judul dan kalimat ini sungguh menyesatkan bagi mereka yg kurang memahami bagaimana kondisi dan situasi Belanda yg negaranya berada di bawah permukaan laut itu, Buat suami saya yg warga Belanda  pengajar teknik sipil basah di Belanda, ataupun anak saya yg mahasiswa sipil bagunan, kentara penyataan itu membentuk sakit hati. Seolah ilmunya diinjak-injak oleh Indonesisch studenten dan secara tidak langsung sudah memfitnah para ilmuwan Belanda. Seolah para ilmuwan Belanda sudah salah memberi advis dalam Indonesia beserta ilmu yg kadaluarsa. Pemerintah Indonesia beserta bodohnya mau menerima yg sudah antik itu. Terlalu toch?

Dalam siaran pers itu dijelaskan bahwa Belanda sudah meninggalkan konsep tanggul laut lalu sekarang beralih ke konsep lain yaitu Room for The Rivers dan Sand Nourishment.

Kalimatnya sebagai berikut:
  ..upaya mitigasi banjir di Belanda justru dilakukan beserta merobohkan tanggul-tangggul sungai yg sudah ada dan merubahnya beserta konsep "Room for the rivers".

Saya tidak tahu, apakah yg menyusun siaran pers ini sengaja membentuk sensasi atau memang justru sebetulnya tidak paham beserta apa yg ditulisnya. Karena pernyataan itu kentara sangat tidak benar. Padahal banyak sekali website berbahasa Belanda yg menjelaskan tentang aneka macam kemajuan, ide-ide baru, teknik-teknik baru dan agenda selanjutnya beserta penataan airdan dijken (pertanggulan). Apakah yg membentuk rilis tidak pernah membacanya?

Masyarakat Belanda yg umumnya olahraga bersepeda itu sering mengunjungi de dijken (tanggul-tanggul) dan de sluizen (pintu air)  memeriksa sendiri tentang pertanggulan di negerinya. Jadi pengetahuan tentang tanggul sudah umum. Di sekolah lanjutan mereka juga dapat. Dengan begitu persoalan tanggul adalah pengetahuan umum.  Mereka menyadari akan pentingnya tanggul bagi kehidupan di tanah Belanda, baik bagi insan, hewan, maupun tanaman. Para ahli tanggul dan pengairan senantiasa menyebarkan ide-ide barunya menjaga negerinya berdasarkan serangan badai laut maupun hujan. Lalu mengapa datang-datang ada sekelompok pelajar Indonesia berkata bahwa tanggul laut sudah antik, kadaluarsa, sudah ditinggalkan dan bahkan tanggul sungainya dibongkari. Ongeloflijk he? Bukan main.

Tanggul laut dan room for the riviers

Tanggul laut dan Room for the riviersadalah dua hal yg berbeda. Tanggul laut berurusan beserta pertahanan air berdasarkan laut, sedang room for the riviers adalah memperluas sungai sebagai pertahanan terhadap air hujan.

Room for the riviers atau ruimte voor de riviers diajukan karena meluapnya air sungai-sungai besar di Belanda di tahun 1993 dan 1995. Konsep ini mulai dikerjakan tahun 2007 di 36 tempat di Belanda. Para ahli berpendapat bahwa meluapnya air disebabkan karena air kekurangan ruangan sebagai implikasi berdasarkan adanya tanggul mini di tengah sungai yg diklaim zomerdijk (tanggul musim panas). Sungai-sungai yg besar itu jika musim panas hanya dialiri oleh sedikit air sedang sungainya sangat lebar air menjadi dangkal sehingga kapal tidak mampu masuk. Padahal sungai di Belanda adalah sarana transportasi. Untuk mengatasi ini orang kemudian membentuk tanggul di tengah sungai supaya semua air yg ada terkumpul di tengah. Tetapi nyatanya di musim dingin dan hujan, air justru meluap menyebabkan banjir di mana-mana. Kemudian zomerdijk ini harus dibongkar sebagai gantinya dasar sungai bagian tengah diperdalam agar kapal masih dapat liwat. Sementara itu tanggul tepi sungai yg diklaim winterdijk dipindah yg menjadikan sungai menjadi lebih lebar. Winterdijk diperkuat beserta cara meninggikan dan memilihkan material yg tahan jika ada tekanan dan badai (Jadi tidak benar jika tanggul-tanggul sungai dibongkar, hanya zomerdijk di beberapa tempat memang dibongkar)

Tanggul  atau dijken di Belanda ada bermacam-macam. Ada yg alami diklaim duinen berada di tepi pantai bagai bukit-bukit pasir beserta ketinggian 8 sampai 15 meter, dan ada yg dirancang. Ada yg di tengah laut untuk mengatur keluar masuk air laut sebagaimana di wilayah pelabuhan Rotterdam dan pelabuhan Den Helder. Tanggul laut Rotterdam dijadikan pelabuhan kapal barang. Disana terdapat pintu air yg dalam situasi normal dibiarkan terbuka, tetapi jika ada air pasang pintu segera ditutup.

Tanggul lainnya yaitu tanggul di sepanjang pesisir pantai diklaim zeedijk; winterdijkyaitu tanggul sungai di bagian luar dan zomerdijk yaitu tanggul di tengah sungai; dan polderdijk yaitu tanggul di sekeliling polder (sebidang tanah yg dikeringkan beserta kanal-kanal kemudian wilayah ini dilindungi beserta tanggul yg diklaim polderdijken). Masih ada tanggul-tanggul lain beserta kegunaannya masig-masing.

Tanggul laut

Tanggul laut raksasa di Belanda ada dua, yg pertama tanggul laut Afsluitdijk yg menghubungkan desa Den Oever di provinsi Noord Holland  beserta desa Zurich di provinsi  Frisland.  Panjangnya 32 km. Tanggul ini dirancang selain dijadikan dam sumber air minum juga melindungi berdasarkan air pasang laut masuk ke darat di wilayah Flevoland. Selain itu  beserta cara  ini pekerjaan membentuk tanggul menjadi lebih pendek jika dibandingkan beserta membentuk tanggul di sepanjang pesisir pantai yg panjangnya sampai 251 KM. Sementara itu pesisir pantai sepanjang 251 KM  juga dibuatkan tanggul (Flevoland dijken) tetapi lebih rendah daripada Afsluitdijk.

Tanggul laut raksasa atau giant sea wall lainnya yaitu di wilayah Zeeland. Tanggul laut ini sangat populer  bukan hanya karena panjangnya yg 700 km tetapi juga sejarahnya.  Daerah Zeeland dan sekitarnya adalah delta beserta pulau-pulau mini di dalamnya. Tahun 1953 terjadi bala alam dimana terjadi dua kejadian sekaligus yaitu adanya laut pasang dan juga curah hujan hebat disertai badai angin besar. Bencana ini membuahkan tewasnya 1836 penduduk, dan 20.000 orang kehilangan rumah. Tanggul ini dirancang mulai tahun 1954 1991 secara bertahap. Kemudian dilakukan pembaharuan berdasarkan tahun 1997 2015. Beberapa dam disini dijadikan danau air tawar sebagai sumber air minum. Tidak semua wilayah yg dibendung menjadi dam air tawar (menampung air sungai). Di beberapa tempat diletakkan pintu air beserta pompa yg mengatur munculnya air berdasarkan daratan/sungai ke laut agar daratan tidak banjir. Di beberapa tempat  dalam kondisi normal terbuka berhubungan beserta laut namun jika ada air pasang pintu air segera ditutup.

Tanggul laut yg tengah digarap adalah tanggul untuk pelabuhan baru Rotterdam. Dengan reklamasi seluas 700 Ha areal baru dan tanggul laut, Rotterdam menjadi pelabuhan terbesar di Eropa. (Sumber)

Inovasi konsep tanggul

Sementara PPI Belanda berkata bahwa tanggul laut adalah ide antik, namun fakta yg ada di Belanda justru Belanda tengah menyebarkan bermacam-macam inovasi aneka macam tanggul beserta teknologi sesuai lokasi dan kegunaannya. Belanda juga membantu banyak negara mengatasi kasus bala alam implikasi banjir baik banjir laut pasang maupun banjir curah hujan beserta pekerjaan raksasa beserta cara membangun tanggul. 

Berbagai inovasi dirancang dan dilakukan penelitian sesuai lokasi dan kebutuhannya. Jila konsep tanggul dahulu hanyalah melindungi berdasarkan serangan air, kini konsep ini dikembangkan secara luas menjadi tanggul beserta multifungsi. Misalnya beberapa bagian di wilayah Zeeland dan sekitarnya menjadi cagar alam, menyebarkan vegetasi baru implikasi berubahnya lingkungan, wilayah pertanian dan industri, tempat berkembang biak hewan liar. Di beberapa bagian dipakai sebagai pusat rekreasi, olah raga jalan kaki dan sepeda, dan perumahan dan industri.

Dengan adanya inovasi konsep dan teknologi tanggul ini diharapkan konservasi negeri Belanda berdasarkan serangan air hujan dan laut pasang mampu dipakai sampai 100 tahun ke depan.

Sand nourishment

Sedang sand nourishment atau zand suppletie  adalah salah satu inovasi memperkuat tanggul (hanya salah satu inovasi masih banyak inovasi lain!) yg tengah dikembangkan oleh Belanda untuk melindungi tanggul yg menghadap laut agar tidak rusak tergerus ombak. Caranya wilayah pantai yg rawan erosi diperluas beserta cara menambah pasir baru. Mulai berdasarkan tanggul  sampai kurang lebih 200-an meter jauhnya masuk ke wilayah air laut, dan tingginya sampai tiga meter. Bibir laut di pantai menjadi jauh berdasarkan tanggul. (Untuk menerapkan tehnik ini wilayah itu tentu harus mempunyai tanggul dahulu).

Kesimpulan:

Tidak benar bahwa teknologi tanggul laut di Belanda adalah ilmu yg sudah antik dan kadaluarsa. Benar bahwa konsep tanggul tunggal sebagai penahan serangan air sudah ditinggalkan, namun konsep tanggul justru diperbarui diperluas beserta aneka macam inovasi yaitu tanggul diperkuat dan dikembangkan menjadi  multifungsi (tempat rekreasi, cagar alam, perumahan/industri/pusat belanja,  pelabuhan  samudra, gudang dan bongkar pasang kontainer,  untuk dan dam sumber air minum,  juga dilengkapi beserta pintu-pintu air yg mampu ditutup waktu air pasang dan pompa untuk mengeluarkan air ). Konsep baru beserta aneka macam teknologi dan kebutuhan inilah yg ditawarkan dalam Indonesia.
Tidak benar bahwa tanggul-tanggul sungai yg ada dirobohkan, meninggalkan konsep tanggul dan merubahnya beserta room for the rivers. Yang benar adalah tanggul musim panas (zomerdijk) yg dibongkar, dan tanggul tepi sungai dipindah, (diperkuat dan ditinggikan) sehingga sungai lebih luas.
Tidak benar bahwa teknologi sand nourishment adalah untuk menahan banjir rob, yg benar adalah untuk  melindungi tanggul laut yg rawan erosi implikasi ombak laut.

Semoga klarifikasi ini dapat memberikan citra fakta yg ada di negeri Belanda. Mohon juga sampaikan klarifikasi ini kepada teman-teman lain di tanah air untuk membantu mengurangi kebingungan fakta. Terima kasih.  

Referensi:

Zeeweringen

Wageningernur

Onwijsnat53

Rijkswaterstaat Project Enover Zicht

Rijkswaterstaat Bescherming Tegen Het Water

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here