Seberapa Penting Punya Banyak Akun Medsos

0
381

Zaman kini, dunia seolah dalam genggaman. Hanya bareng smartphone dan media sosial Enda dapat mengetahui apa saja yang terjadi pada dunia.

Bukan hanya kabar teman, bahkan publik figur dan pejabat politik seperti presiden pun dapat Enda ketahui. Semua ada pada media sosial.

Tidak ada batasan untuk menggunakan media sosial, siapa pun boleh menggunakan untuk kepentingan masing-masing meskipun harus berada dalam ranah yang positif. Bahkan Presiden Joko Widodo pun seringkali melakukan stalking medsos anak-anaknya.

Ada jutaan informasi tersebar pada media sosial, tentu saja harus bareng bijak menyikapinya. Memilah dan memilih informasi apa saja yang betul dan diperlukan oleh pribadi kita.

Dengan banyaknya pilihan media sosial saat ini, tidak jarang orang-orang pula mempunyai akun yang sangat beragam. Facebook, Twitter, hingga Path bukanlah nama-nama yang asing untuk kita. Tapi sebenarnya apakah penting mempunyai banyak akun media sosial?

Beberapa waktu lalu Kompasiana pula tertarik melakukan telaah pendapat bareng melontarkan pernyataan "Punya banyak akun media sosial itu penting" pada halaman Pro Kontra. Dan hasilnya sebanyak 6 Kompasianer menyatakan sepakat dan 5 Kompasianer menyatakan tidak sepakat.

Andrey Capizta mengemukakan bahwa media sosial menjadi keliru satu sumber dalam mendapatkan informasi pada era digital ini. Memang betul, konten yang tidak terbatas membuat media sosial seolah mempunyai jiwa sendiri untuk terus memuat informasi dari beragam sudut pada dunia.

"Meskipun saya tidak mempunyai banyak akun media sosial, namun andai kata ada orang yang mempunyai banyak akun, tidak ada salahnya. Juga tidak ada ruginya. Semua bergantung pada kebutuhan masing-masing pengguna," tulis Andrey.

Menjamurnya media sosial memang tidak hanya berpengaruh pada gaya hidup masyarkat, namun pula pada kerja jurnalistik mulai dari pengumpulan hingga penyebaran berita. Tidak jarang media sosial pun dijadikan sumber berita.

Bahkan pegiat media sosial, Wisnu Nugroho menuturkan bahwa genre informasi pada media sosial memang seperti tidak dapat dibendung.

"Informasi pada era media sosial membanjir. Kalau kita tahu banjir paling banyak isinya apa? Sampah. Sikap skeptis itu jadi saringan awal," ujar Wisnu dikutip dari Kompas.com

Senada bareng Andrey, Kompasianer Rosie Anna pula berkata bahwa mempunyai banyak akun media sosial menjadi satu hal yang penting pada era digital ini. Bahkan menurutnya, andai kata dicermati dari sudut pandang kebutuhan informasi maka media sosial merupakan keliru satu sumber yang dapat diperhitungkan.

"Dalam hal ini saya menganggap penting dari sudut pandang kebutuhan informasi yang objektif. Jika kita membutuhkan informasi yang objektif (sinkron bareng fenomena) tentu kita tidak dapat hanya percya pada apa yg disajikan oleh satu media saja," tulis Rosie.

Ia melanjutkan, terkadang informasi yang kita dapat dari media sosial A tidak menjadi representasi secara holistik. Maka diperlukan pembanding semisal media sosial B. Karena itulah diperlukan beberapa akun media sosial yang berbeda.

Kendati demikian, tidak sedikit pula orang yang menyatakan bahwa mempunyai banyak akun media sosial tidaklah penting. Contohnya Kompasianer Rizky C. Saragih. Ia menyatakan kontra pada pernyataan yang Kompasiana lontarkan.

Menurutnya, pada hakikatnya manusa merupakan makhluk sosial. Namun lebih sempurna apabila makhluk sosial itu diartikan menjadi manusia yang berkomunikasi bareng cara tatap muka secara langsung dan tidak setuju andai kata diartikan menjadi manusia yang mempunyai banyak akun media sosial.

"Karena apa? Pendapat saya, semakin orang terlalu banyak mempunyai akun media sosial akan semakin dia merasa nyaman bareng hanya 'bertatap muka' melewati jalur dunia maya. Niscayalah bersosialisasi bareng menggunakan sensor motorik yang menggerakan mulut dan tangan kita akan lebih efektif dan intim," tulis Rizky.

Media sosial memang seperti bermata ganda dan tajam. Satu sisi dapat dimanfaatkan untuk mencari informasi yang pada butuhkan, pada sisi lain malah dapat berimbas negatif bareng terlalu banyaknya informasi yang tersebar.

Memiliki pendapat serupa bareng Rizky, Jessica Pradipta pula tidak setuju bareng orang yang mempunyai banyak akun media sosial. menurutnya, malah menjadi bumerang bagi diri sendiri bareng membuat penggunanya jadi anti-sosial.

"Saya setuju medsos itu penting, berperan memenuhi kebutuhan informasi dan komunikasi bahkan menyalurkan karya dan aspirasi. Namun sy kontra bareng kepemilikan akun medsos yang banyak. Selain jadi anti- sosial, cenderung pamer dan cari perhatian," tulis Jessica.

Ia menambahkan bahwa orang-orang sebaiknya mempunyai akun media sosial sinkron kebutuhan saja. Jika terlalu banyak yang dimiliki tentu lebih banyak distorsi informasi yang akan menerpa pengguna. Dan ini dapat membuat pengguna tidak sadar dan malah terseret arus yang melenceng.

Media sosial tentu mempunyai dua sisi yang berseberangan. Dengan media sosial kita dapat mendapat banyak informasi dan menunjukkan eksistensi diri. Tapi pada sisi lain, media sosial pula terkadang jadi daerah untuk membuatkan informasi yang sesat dan tidak objektif. Maka gunakanlah media sosial sinkron kebutuhan. Lantas, berapa banyak akun media sosial yang Enda miliki? (YUD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here