Selamat Datang di Liechtenstein, Prince Franz Josef II, Kami Datang

0
490
Liechtenstein, Prince Franz Josef II
Liechtenstein, Prince Franz Josef II

By Christie Damayanti

www.metrobusmap.net

Dari Heidiland, kami beranjak menuju keliru satu negara terkecil di global, Liechtenstein. Sebuah negara dengan ibukota Vaduz, yang berdampingan dengan Swiss & Austria. Hanya berada di dataran tinggi seluas sekitar 160 km2, Liechtenstein benar2 sangat mini, sebagai akibatnya apabila kita berada di atas bukit dekat dengan Vaduz Castle, kita pribadi sanggup melihat negara Swiss dengan pegunungan Alpen nya yang bagus, & negara Austria, yang pula terlihat pegunungan Alpen. Karena pegunungan Alpen, memanjang asal titik barat Swiss, melebar sedikit ke Jerman, Liechtenstein & Austria.

Suasana mimpi di Heidiland, berubah melihat kenyataan. Lichtenstein adalah pula adalah mimpiku sejak dulu buat pergi kesana. Berawal asal tahun 1982, ketika aku menerima balasan asal Raja Liechtenstein, Prince Franz Josef II, dimana waktu itu aku sedang gila buat menulis surat kepada koordinator negara global. Dan aku sangat terinspirasi perihal negara mini ini.

Ketika itu, aku benar2 memeriksa Liechtenstein ini. Aku membuka2 atlas global ( tahun 1982, aku kelas 6 SD ), & menemukan negara tersebut berada di tengah2 benua Eropa. Belum muncul internet, aku hanya berbekal asal atlas global & buku perihal Liechtenstein, yang dikirimkan oleh Prince Franz Josef II untukku, aku mempelajarinya, walau dengan susah payah. Karena buku itu berbahasa Inggris, bahasa yang baru aku pelajari sejak kelas 3 SD. Dan aku telah bermimpi buat kesana suatu saat nanti.

Surat balasan & mengambarkan tangan ( yang mahal ) asal Prince Franz Josef II, Raja Leichtenstein tahun itu, yang menghasilkan mimpiku bertumbuh & berkembang ..

Aku memahami, Liechtenstein agak sulit buat di jangkau. Sebuah negara mini, yang hanya buat bertempat tinggal. Atau wilayah berlibur bagi penduduk kaya asal Swiss & Austria. Tidak mempunyai pelabuhan atau bandara. Hanya sanggup dicapai dengan kereta lokal asal Swiss & Austria, atau dengan kendaraan pribadi, atau dengan wisata tour. Sehingga, ketika aku beberapa kali berwisata ke Swiss atau Austria, aku belum menemukan cara tercepat buat hingga ke Liechtenstein, karena apabila ke eropa pasti kami dengan jasa tour ke kota2 besar, atau aku bertugas di negara2 Eropa.

Belum terpikir bahwa aku sanggup mewujudkan mimpi ku kesana, hingga aku berwisata ke Eropa bersama kedua anak2ku dengan kursi roda. Ketika waktu di Central Tour di Zurich, aku melihat paket tour ke Heidiland, sekaligus ke Liechtenstein! Apakah ini sebuah kebetulan? TIDAK! Aku yakin, Tuhan telah mengatur semuanya, & apa yang aku impikan sejak mini semuanya terkabul, walau muncul harga yang harus aku bayar ( kesabaran, kekuatan doa, percaya, materi, waktu, & sebagainya ) ..
Terima kasih, Tuhan ..

Kenyataan menuju Liechtenstein waktu itu, menghasilkan aku sangat excited! Belum tanggal pikiranku perihal Heidi, aku pribadi dihadapkan pada terkabulnya mimpiku yang lain, buat melihat negara mini yang cantik, Liechtenstein!

Dari jalan pokok berbelok ke kanan, menuju Liechtenstein( Vaduz, ibukotanya )

Dari Heidiland kesana hanya kurang asal 1 jam. Dan ketika bus wisata kami membelok ke kiri, menyeberangi sungai, sungai itulah perbatasan Swiss dengan Liechtenstein.

Dari jalan tadi, bus berbelok ke kiri, menyeberang jembatan perbatasan antara Swiss dengan Liechtenstein. Bendera Biru Merah dengan lambang negara nya . Bendera Kuning Merah, belum sempat pelajari, bendera apa & buat apa . Latar belakang bukit batu tinggi, dimana diatasnya adalan Vaduz Castle, wilayah bermukim keturunan Prince Franz Josef II ..

Ujung yang lain, asal arah Liechtenstein menuju ke Swiss, dengan bendera Swiss & latar belakang pegunungan Alpen yang hijau ..

Ujung jembatan terdekat adalah bendera Swiss & ujung jembatan yang lain adalah bendera Liechtenstein. Menarik, dengan sungai jernih berair biru, sungai ini milik negara mana? Bus wisata kami berjalan perlahan, memberi kami waktu buat mengabadikan poly hal. Yang menarik memang poly, namun karena waktunya agak singkat, aku lebih memilih mengabadikan 2 ujung jembatan dengan 4 bendera : 2 bendera Swiss & 2 bendera Liechtenstein. Dan asal atas jembatan itu, kami sanggup melihat Vaduz Castle di atas bukit, wilayah keluarga kerajaan bermukim ..

Kami hanya diberi waktu sekitar 20 menit, buat segera kembali ke Zurich, yang memakan waktu sekitar 3 jam. Jadi, kami harus cepat2 apabila mau mengabadikan seluruh yang diinginkan. Dan karena apabila mau ke istana Vaduz, harus mendaki bukit agak terjal asal sentra kota Vaduz, dimana aku nir sanggup kesana, sebagai akibatnya aku & anak2ku hanya berkeliling di sentra kota, Vaduz Plaza, & mengabadikan lingkungan serta membeli oleh2. Coklat! Oleh2 yang sangat disukai anak2ku. Dalam sekejap, belasan btg coklat habis, sebelum kami kembali ke dalam bus .. hihihi ..

Anak2ku pesta coklat. Segera semuanya habis, sebelum kembali ke bus ..

Vaduz sendiri, ternyata nir sama dengan anganku. Kupikir, Liechtenstein penuh dengan bangunan2 tua spesial Liechtenstein, atau setidaknya spesial Swiss. Tetapi ternyata Vaduz adalah kota mutakhir. Banyak bangunan mutakhir, tanpa detail kuno sama sekali. Walau bangunan2 bersejarahnya memang asal abad pertengahan.

Suasana kota Vaduz, cenderung sepi. Terlihat menjadi kota peristirahatan, kan? Di foto yang bawah, adalah jalan pokok Vaduz.

Suasana kota Vaduz pun cenderung sepi. Memang muncul beberapa bus wisata asal Swiss atau Austria, namun ternyata memang wisatawan2nya lebih memilih mendaki ke Vaduz Castle, atau berjalan ke rumah2 penduduk, dimana aku nir akan sanggup berjalan di atas kursi roda, di dorong anakku, di kota Vaduz yang memang permukaannya agak naik turun.

Tidak poly bangunan spesial Swiss seperti di foto yang bawah, lebih poly bangunan2 mutakhir seperti foto di atasnya.

Pusat kota Vaduz hanya sekedar plaza dengan toko2 lokal & restoran2 mini. Seperti yang aku baca, Liechtenstein hanya sebuah negara mini, wilayah orang2 kaya Swiss & beberapa negara Eropa, membeli vila atau tempat tinggal peristirahatan. Warga Liechtenstein nya sendiri sebagian besar adalah rakyat pendatang, & rakyat orisinal nya justru merantau ke luar Liechtenstein.

Ini sentra kota Vaduz, berbentuk Plaza yang mempunyai area pertokoan & restoran2 lokal. Dan di atasnya ( foto bawah ) adalah Vaduz Castle.

Aku & anak2ku dengan latar belakang bukit batu terjal, diatasnya Vaduz Castle ..

Vaduz Castle, istana kerajaan Liechtenstein ..

Karena kami nir sanggup ke Vaduz Castle, hanya sanggup berfoto dengan replica nya di Plaza Vaduz, asal depan. Lumayan ..

Waktu itu, suasananya nir terlalu dingin, bahkan agak hangat sekitar 18 derajat Celsius, sedingga anak2 sanggup membuka jaketnya, kecuali aku. Untukku agak dingin, apalagi kalau angin berhembus agak keras.

Jadi, nir poly yang aku bawa asal Liechtenstein, kecuali terkabulnya mimpiku  dari tahun1982 kemudian & oleh2 coklat, kartupos, prangko, jam cantik buatan Swiss namun di desain oleh artis Liechtenstein. Oya, toko filateli Liechtenstein agak besar dengan poly menjual prangko2 Eropa yang jarang muncul di Jakarta. Aku membeli agak poly, walau harganya memang agak mahal.

Dan sekitar 30 menit kemudian, kami telah berada di dalam bus lagi, menyeberang sungai perbatasan, aku memotret bendara Swiss dengan latar belakang negara Swiss, & kami menuju kembali ke Zurich. Dan besoknya, kami akan menuju Perancis, negara ke-4 asal wisata Eropa kami asal 7 negara yang akan kami kunjungi, selama hampir 1 bulan ..

Sebelumnya :

[Galeri Foto] Heidi, Nyatakah?

[Galeri Foto] Menuju Heidiland, Impian Masa Kecilku

Cerita Cinta perihal Kebun 1000 Mawar

Ketika 1000 Mawar Menghampiriku ..

Menuju ke Perut Bumi : Terowong di Swiss

Hari Terakhir di Swiss, Menuju ke Liechtenstein ..

Zurich Hauptbahnhof : Stasiun Kereta Tersibuk di Dunia

Kesombongan Mereka Itu Membuat Aku Terkesima ..

Melihat Kehidupan di Kota-Kota Kecil & Desa-Desa Swiss

Pesona & Keindahan Danau Luzern [Vierwaldstttersee]

Luzern, Swiss : Kota Kecil Berpotensi Besar

Belanja Jam & Coklat di Shopping Street Grendelstrasse, Schwanenplatz, Luzern

[Engelberg] Kota Malaikat : Salah Satu Kota Tercantik di Dunia yang nir ter-Blow Up

Tidak Bisa Bermain Salju di Titlis karena Hujan? Berfoto Saja, Yuuukkk ..

Glacier Cave : Cerita Gua Es & Mimpi

Sensasi Makan Siang di Puncak Gunung Titlis, & Harganya?? Wooww ..

Keindahan Salju di Titlis, Berbalut dengan Kengerian ..

Menuju Puncak Titlis [ 2.238 Meter asal Permukaan Laut ] dengan Cable Car

Dari Alpnachstad, Menuju Puncak Mount Pilatus ..

Pemandangan Swiss, Cantik? Indonesia pula! Tetapi ..

Jangan Pernah Berkata Mahal Jika Berniat Wisata ke Luar Negeri ..

Sendiri di Limmatstrasse Garden, Zurich City

Inspirasi asal Zurich City buat Tempat Tinggal yang Nyaman Bagi Warganya

Zurich City : Kota Metropolitan yang Peduli Kepada Warganya

Zurich Lake : Pemukiman Mahal buat Sebuah Gaya Hidup

Indahnya Zurich Lake [ Zurichsee ] ..

Kota Tua Zurich: Mengadaptasikan Konsep Modern Kota Dunia

Berkeliling di Kota Tua Zurich, di Swiss

Hari Kedua di Zurich : Hidup Itu Sangat Singkat

Ketika Mukjizat Tuhan Datang Tepat Pada Waktunya ..

Selamat Datang di Swiss, Selamat Tinggal Belanda

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here