Trend Anime-Manga di Kalangan Remaja

0
601

Trend Anime-Manga di Kalangan Remaja

Meski terstatus sebagai emak-emak, sampai waktu ini saya masih menyukai yang namanya anime dan manga. Setiap ada waktu saya masih menyempatkan menonton koleksi anime yang saya punyai, pula terkadang saya membongar-bongkar manga koleksi lama saya. Saat berjalan-jalan beserta famili, acapkali saya pula melirik koleksi anime modern di penjual dvd bajakan, atau sekedar mencari-cari manga modern di toko buku. Kalau dihitung, koleksi anime dan manga saya baru belasan jumlahnya, namun anime yang saya tonton dan manga yang saya baca jauh lebih banyak berasal jumlah yang saya punya. Bisa begitu sebab saya saling bertukar-pinjam, dengan siapa? Dengan keponakan dan teman-temannya 😀

Sebetulnya apa sih anime atau manga itu? Pastinya sudah banyak yang kenal apa itu anime, tapi bagi yang belum tahu, saya akan terangkan sedikit mengenai anime dan manga. Anime artinya sebuah film animasi khas Jepang. Diserap berasal bahasa Inggris yaitu  "Animation" yang dilafalkan menjadi "Anime- Shon" Penggambaran tokohnya sangat khas dimana matanya akbar, hidung mancung lancip, dan tubuh langsing dan tinggi. Padahal khan ciri-ciri ini tidak mirip ciri khas orang Jepang kebanyakan ya?  Justru malah kebalikan berasal ciri-ciri tadi. Mungkin begitulah penggambaran sosok ideal yang diimajinasikan para pencipta tokoh ini.

Anime biasanya diangkat berasal sebuah karya manga, yaitu sebuah komik khas Jepang. Manga pula terdiri berasal beberapa macam mirip:

Manga yang khusus ditujukan untuk anak-anak dianggap kodomo
Manga yang khusus ditujukan untuk (Wanita) dewasa dianggap josei
Manga yang khusus ditujukan untuk dewasa dianggap seinen
Manga yang khusus ditujukan untuk perempuan dianggap shojo
Manga yang khusus ditujukan untuk pria dianggap shonen

Beberapa tahun lalu, stasiun televisi kita dibanjiri film-film khas Jepang. Setiap hari tersaji anime pilihan. Penontonnya artinya anak-anak sampai remaja, bahkan orang dewasapun ada. Kegemaran menonton anime ini telah menjelma menjadi bukti diri diri bagi sebagian akbar anak dan remaja, khususnya di kota-kota akbar. Dari sekedar memasang wallpaper di monitor sampai berdandan ala para tokoh yang mereka idolakan. Ada pula yang sampai menyisihkan uang jajannya untuk kursus Bahasa Jepang demi memudahkan menghafal dan menirukan lagu-lagu berasal kisah-kisah kesukaan mereka. Bahkan, dibeberapa kota sudah berdiri perkumpulan-perkumpulan online pencinta anime, yang dalam waktu-waktu langsung mengadakan acara off line, dan tentunya dengan memakai kostum sesuai idola masing-masing.

Hingga sekarang, fenomena itu masih tetap ada di kalangan remaja. Ini terlihat berasal makin menjamurnya buku-buku komik dalam negeri yang semodel dengan manga, artinya, gambar dan rupa oleh tokoh dan cara pendeskripsian komik tersebut sangat mirip dengan manga yang asli komik Jepang. Juga semakin banyak loka-loka kursus atau sekolah-sekolah yang mengusung pelajaran menggambar ala manga tadi.

Di era cyber ini, kita mustahil menolak serbuan budaya luar yang masuk, mirip anime dan manga ini. Walau bagaimanapun pula, tentu ada sisi positif yang dapat diambil berasal kisah-kisah dalam anime dan manga. Ada semangat jiwa kepahlawanan dalam kisah-kisah kepahlawanan, perilaku saling membantu yang lemah dan ada pula perilaku kelembutan berasal kisah-kisah perempuan Jepang. Demikian pula kalau kita menengok taraf kreatifitas para pembuat komik, bila dicermati  berasal membanjirnya komik-komik buatan anak.

Lepas berasal itu semua, ada harapan yang ingin disampaikan dalam pihak pemilik televisi dan penerbitan, untuk menyampaikan penyeimbang dalam produk-produknya, dengan menghadirkan produk-produk budaya dalam negeri. Maksudnya agar tidak menjadi pengidolaan yang salah dalam anak dan remaja kita. Dimana akan lebih manis kalau yang mereka idolakan artinya tokoh yang benar-benar menjadi teladan dalam kehidupan, yang dapat memimpin mereka ke kehidupan yang lebih baik dan berbudaya Indonesia.

Selamat pagi 🙂

_______________________________________

Diolah berasal berbagai sumber

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here