Wina, Kota bareng Penuh Arsitek Kuno
Wina, Kota bareng Penuh Arsitek Kuno

Ketika mendapat tiket promo pesawat Lufthansa dari Jakarta-Frankfurt (Jerman) untuk keliling Eropa Barat, saya menetapkan pribadi menuju Wina, Austria, untuk melihat kota yang yang terkenal bersama arsitek tempo dulu dan taman-taman yang indah.

Orang Wina suka berjalan-jalan di taman maupun di jalan utama. Sehingga untuk berjalan kaki di seputaran Wina, pedestriannya sangat mendukung. Masyarakat disini pula suka minum kopi dan menikmati wine  di poly cafe yang tertata rapi dan bagus di pinggiran jalan. Apalalagi di kota romantis ini tidak ada polusi karena sangat jarang mobil. Semua akses tempat wisata dapat dijangkau bersama kereta api. Di dalam kota Wina tiket kereta api tidak diperiksa sang kondektur dan agama kepada masyarakatnya sangat tinggi.

Foto : halaman Istana Schonbrunn di animo dingin poly salju

Kota Wina mendapat kehormatani menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO dua kali, untuk pusat kota bersejarah dan  Istana Schnbrunn lengkap bersama tamannya. Wina memiliki poly  bangunan mewah dan kekayaan budaya arsitek kuno. Enda akan menyaksikan formasi unik dari gaya arsitektur, dari Katedral mencolok Gothic St Stephen di jantung kota, bersama arsitektur Baroque indah dari Hofburg. Lalu ada arsitektur monumental Ringstrasse yang meliputi Gedung Parlemen dan Gedung Opera

Setelah istirahat sebentar di hotel, saya tidak sabar untuk segera explore Kota Wina. Tempat pertama yang saya kunjungi artinya Istana Schonbrunn. Istana ini berlokasi di kawasan perbukitam Wina. Arsiteknya bergaya Rococo yang dibuat sang Fiscer von Erlach dalam tahun 1713 menjadi kediaman animo panas keluarga kekaisaran.

Sebanyak 45 dari 1441 kamar dibuka untuk umum. Saya tiba sewaktu animo dingin meskipun sudah bulan Maret  sehingga tidak dapat menikmati tamannya yang indah . Tapi beruntung saya mendapati festival paskah di halaman istana sehingga poly bazar dan atraksi yang menarik.

 Wina diklaim kota musik. Sejak lama kota ini berhasil melahirkan poly musisi hebat seperti Johann Strauss, Mozart dan Beethovan. Karya mereka masih dinikmati hingga ke hari ini. Bahkan Mozart telah dijadikan ikon untuk kota Wina .Dekat Gedung Opera ada Patung Mozart yang sedang bermain biola berdiri di taman tengah kota Wina.  Seorang lagi musisi yang hebat pernah dilahirkan sang kota Wina artinya Johann Strauss. Disebuah taman bernama Stadpark Enda akan dapat melihat patung perunggu Johann Strauss yang sedang memainkan violin didirikan dalam tahun 1921 yang dinamakan Johann Strauss Monument.

Di dekat patung Johann Strauss ada danau yang poly dikunjungi bebek-bebek yang sedang berenang. Apalagi sore itu ada suara pengamen bersama pinanikanya  yang romantis memenuhi suara di danau yang sebagian yang tertutup salju.

Karena hari sudah sore, saya pribadi menuju Katedral Sain Stephen. Bangunan ini merupakan gereja bersama arsitek bergaya gotik. Lokasinya berada di pusat Kota Wina.  Katedral paling terkenal bersama arsitek menara selatan menjadi titik tertinggi katedral yang dikontruksikan selama 65 tahun dari tahun 1368 hingga 1433.

Foto: Katedral Sain Stephen halamannya poly kereta kuda untuk keliling kota

Di halaman katedral poly kereta yang ditarik dua kuda untuk turis yang ingin menyewa keliling kota. Kuda-kudanya kelihatan gagah dan cakap. Karena uang euro sedang mahal saya tidak berani bertanya berapa taripnya. Cukup berfoto ria saja di dekat kereta kuda. Lokasi katedral ini bersebelahan bersama pusat perbelanjaan di pusat Kota Wina sehingga disini saya dapat beli suvenir spesial Austria. Hanya dua malam tapi sangat berkesan di Wina, besoknya saya melanjutkan bepergian ke Slovenia bersama kereta api.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here